oleh

Muhammadiyah Tidak Terlibat Politik Praktis

Kabarsumbawa.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa, Faisal Salim menegaskan, Muhammadiyah tidak terlibat politik praktis, terlebih dalam pilpres 2019 mendatang. Sebab, Muhammadiyah tetap mempertahankan jati diri sebagai organisasi fakwah untuk berkonsentrasi dalam mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan perikehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia meminta,  masyarakat dan warga Muhammadiyah tetap berpikir cerdas dan bersikap dewasa melihat situasi politik yang menghangat jelang pilpres 2019. Pro dan kontra mengenai politik yang menyeret ormas keagamaan dalam berbagai kaitannya menyeruak ke permukaan. Sikap elite dan pendukung masing-masing pasangan sampai batas tertentu saling klaim dan saling serang secara politik.

Baca juga:  Musdalub KNPI Sumbawa, “Sah Secara Hukum”

Ia yakin, politik akan terus menggeliat sampai April 2019. Untuk itu, elite dan warga bangsa, khususnya para pendukung kedua pasangan tetap mengedepankan etika politik dan suasana kebangsaan yang damai, toleran, dewasa, dan menjunjung tinggi keutuhan bangsa.

“Kami berharap Politik lima tahunan jangan mengorbankan perjalanan  bangsa yang panjang. Jadikan perbedaan politik sebagai sesuatu yang wajar dan normal. Khusus bagi warga Muhammadiyah agar tetap cerdas dan dewasa sebagaimana sikap anggota Persyarikatan selama ini,” katanya, Minggu (26/08).

Ia berharap, masyarakat tidak terpancing oleh situasi politik dan pernyataan-pernyataan elite politik secara berlebihan. “Tunjukkan anggota, aktivis dan elite Muhammadiyah itu bijak, dewasa, cerdas, dan memiliki keadaban luhur seperti karakter Muhammadiyah selama ini,” tegasnya.

Baca juga:  Penerapan Kartu Tani di Sumbawa Masih Dilema

Muhammadiyah secara kelembagaan juga tetap terjaga kepradian dan khittahnya sebagai organisasi dakwah kemasyarakatan yang hadir untuk mencerdaskan, mencerahkan, dan memajukan perikehidupan umat dan bangsa. “Jadi organisasi Muhammadiyah tidak berpolitik. Organisasi Muhammadiyah sejak dulu sampai akhir dunia tetap menjunjung tinggi khittah nya untuk tidak berpolitik. Kalau ada anggota yg masuk politik ya silakan tapi jangan seret nama Muhammadiyah,” katanya. (ks/adm)

ksbksb ksbksb