by

Wabup Kirim 454 Ekor Ternak Melalui Tol Laut Badas

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Untuk mewujudkan Program Pemerintah Pusat untuk menunjang program ketahanan pangan, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, melepas sebanyak 454 ekor ternak melalui Kkapal tol laut yang mulai beroprasi di Sumbawa, Kamis Siang (16/08/2018) di Pelabuhan Badas Sumbawa.

Dari jumlah tenak yang dikirm, sabanyak 303 ekor untuk Jakarta dan 101 ekor untuk membantu korban Gempa di Lombok dan 50 ekor untuk Kab. Sumbawa, dengan total keseluruhan 454 ekor.

Wakil Bupati Sumbawa mengatakan, untuk kesiapan ternak dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa sudah sangat siap untuk pengiriman tersebut, diharapkan tidak hanya menjelang Idul Adha atau lebaran kurban saja, namun juga lebih sering dilakukan.

“kita ingin pengiriman ini berlanjut, karena ternak kita siap, tinggal bagaimana ACT nya saja. Supaya harga ternak di Sumbawa tidak turun, bisa meningkat dengan adanya pasar seperti ini, karena pasarnya sudah terbuka”, ujar Wabup.

Baca juga:  Hut Sumbawa Ke-60, Sejumlah Tokoh Inspiratif Sumbawa Dapat Penghargaan

Sementara itu, Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT), Alfian ST menjelaskan bahwa pembelian ternak dari Sumbawa untuk mengangkat ekonomi masyarakat NTB dengan meningkatkan nilai jual ternak. ACT tahun 2018 ini bekerjasama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengadakan ternak yang berasal dari Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa, Ir. Talifuddin, M.Si menjelaskan bahwa berkaitan dengan pengiriman ternak menggunakan kapal ternak tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pengangkutan ternak dari Sumbawa menuju Jakarta dan Surabaya serta untuk mendukung program ketahanan pangan khususnya di bidang swasembada protein hewani di Indonesia.

Diketahui Kapal Camara Nusantara selain untuk mengangkut tenar melalui tol laut, sekaligus menjaga kualitas daging sapi/kerbau karena kelengkapan fasilitas yang memang dibuat khusus untuk mengangkut ternak. Yang sebelumnya pengangkutan dilakukan secara tradisional yang menyebabkan ternak cendrung stress dan kurang terawat. (KS/aly).