oleh

Vaksinasi MR Akan Dilnjutkan, Tetapi Dengan Syarat.

Sumbawa Barat, KabarSumbawa – Menjawab keresahan ditengah masyarakat tentang Vaksinasi Measles Rubella (MR) kepada anak-anak sekolah. Bupati Sumbawa Barat Dr.Ir.H.W Musyafirin MM menekankan jika vaksin tersebut sangat baik untuk anak-anak. Dengan syarat, Dinas Kesehatan harus menghormati orang tua yang tidak ingin anaknya disuntik vaksin.

‘’Program ini sudah setahun berjalan dengan pertimbangan matang. Vaksinasi pun sudah mencapai 60 persen. Vaksin ini baik untuk anak-anak, oleh karena itu kami mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi ini kepada anak-anak,” Ujar Bupati dalam Workshop Pelayanan Dasar Bidang Kesehatan dan Pendidikan, Selasa pagi (7/8) di Central.

Ia menjelaskan, pemberian vaksin MR kepada anak-anak usia 9 sampai 15 tahun merupakan program Menteri Kesehatan yang dimulai sejak 2017. Vaksin ini diberikan untuk mencegah anak-anak dari penyakit Campak dan Rubella yang berbahaya dan bersifat menular.

Baca juga:  Layanan Imigrasi Sumbawa Dibuka Kembali

“Pemberian vaksin juga tidak lain sebagai kewajiban pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat.” Tegasnya.

Dalam kesempatan tersebjut, Buati juga menekankan kepada Dinas Kesehatan, agar menghormati sebagian masyarakat yang tidak ingin anaknya diberikan vaksin dan tidak boleh dipaksa. Perbedaan pendapat dan keinginan masyarakat  harus disikapi rasional dan jangan sampai menjadi bibit perpecahan.

‘’Mari membangun pribadi kita masing-masing di institusi kita dengan tidak sekali-kali menerapkan kebohongan sekecil apapun dan mengedepankan kejujuran dan apa adanya. Karena hal ini akan kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah nantinya,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya nanti disekolah-sekolah lanjut Bupati, vaksinasi dilakukan terhadap anak-anak yang oleh orang tuanya diizinkan anaknya untuk divaksin. Sedangkan bagi sekolah yang siswanya enggan diizinkan oleh orang tuanya untuk divaksin, harus tetap didata agar mudah dikontrol.

Baca juga:  KODIM 1628 KSB dan SatPol PP, Kumpulkan Bantuan Korban Gempa Lombok.

Sementara itu, ketua Majelis Ulama Indonesia KSB, KH. Syamsul Ismain, LC mengatakan, MUI saat ini belum mengeluarkan fatwa halal atau haram terhadap vaksin MR. Namun MUI KSB mendukung 1.000 persen pemberian vaksin ini. Sebab, jika memang vaksin ini penting untuk kesehatan anak-anak dalam mencegah penyakit, dan hanya satu-satunya pilihan, maka vaksin tersebut dapat dipergunakan.

Dalam Workshop tersebut, Bupati pun mencanangkan secara resmi kegiatan pemberian vaksin MR yang akan berlangsung Agustus hingga September mendatang. Secara simbolis, siswa sekolah dasar pun mendapat suntikan imunisasi vaksin MR.(KS/yud)

ksbksb ksbksb