oleh

BMKG Himbau Nelayan Tidak Melaut Hingga Cuaca Kembali Normal

Kabarsumbawa.com – Kecepatan laju angin di laut sudah tergolong ekstrim, yakni mencapai kecepatan 45 KM/Jam dengan ketinggian ombak 2 hingga 3 meter. Untuk itu, Badan Meteoroligi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumbawa, menghimbau kepada nelayan agar tidak berativitas di laut untuk beberapa hari kedepan, hingga cuaca kembali normal.
Kepala BMKG Kabupaten Sumbawa, Endriyono, yang ditemui Kabar Sumbawa, Jum’at (03/08/2018) di ruangannya, mengatakan bahwa, secara umum cuaca di Sumbawa adalah cerah sampai dengan berawan, dengan arah dan kecepatan angin dari arah tenggara dengan kecepatan 30 hingga 35 KM/jam.

Menurutnya, kecepatan angin didaratan saat ini belum tergolong ekstrim. Namun kecepetan laju angin di laut yang tanpa ada halangan, telah melebihi kecepatan di daratan yakni hingga 45 KM/jam, dengan kecepatan angin yang sudah ekstrim di lautan, dapat memicu terjadinya gelombang tinggi.

Baca juga:  Wabup dan Rumah Zakat Resmikan Desa Berdaya di Pungka

Berdasarkan prediksi BMKG sambungnya, ketinggian gelumbang diselat alas, laut Sumbawa pada umumnya, berkisar antar 2 hingga 3 meter. Hat tersebut sangat berbahaya untuk pelayaran.
“kalau kecepatan angin di laut sudah tergolong ekstrim, mencapai 45 KM/Jam, dengan ketinggian ombak 2 hingga 3 meter. Jadi sangat bahya untuk berkativitas di laut. Perkiraannya ini akan berlangsung selama musim kemarau”, jelasnya.

Lenjut Endri – sapaan Kepala BMKG ini, kecepatan angin tersebut dikarenaka adanya perbedan tekanan daripada atmosfir antara Benua Australiya dengan benua Asia. Di Asutralia 1010 hpa, sementara di Asia 1004 hps. Gradient tekanan cukup tinggi inilah menyebabkan angin yang kencang di wilayah Indonesia.

Baca juga:  Bhayangkari dan Polwan Polres Sumbawa Serahkan APD Kepada Tenaga Medis

“Ini juga sama, Sumbawa NTB kecepatan anginnya termasuk esktrim”, ujarnya
Untuk ia menghimbau kepada nelayan agar beristirahat sejenak hingga cuaca kembali membaik. “jelas dengan ketinggian gelombang mencapai 2 hingga 3 meter ini sangat berbahaya, jadi saya himbau untuk nelayan agar beristirahat sejaenak menunggu cuaca kembali normal”, imbuhnya. (KS/aly).