oleh

Presiden Ingatkan Jangan Rusak Anugerah Allah Karena Politik

Kabarsumbawa.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan, perhelatan politik yang selalu berulang setiap lima tahun, jangan sampai merusak anugrah yang diberikan Allah kepada Bangsa Indonesia. Sebab, anugrah tersebut yang membuat Indonesia menjadi bangsa besar yakni kerukunan dan persatuan dengan kemajemukan adat, budaya, suku, dan bahasa.

“Saya ingatkan, menyadarkan kita semua bahwa bangsa ini adalah bangsa besar. Kalau kita punya mimpi besar, tidak salah. Karena bangsa ini bangsa besar. Kenapa, kita tahu sekarang penduduk indonesia sekitar 263 juta. Kabuapen/kotanya 514, ada 34 provinsi, dan beragam  agama, adat, sukunya ada  714, bahasa 1100 lebih,” kata Presiden dalam peresmian Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela, Minggu (29/07).

Baca juga:  Wabup Ajak Teladani Kehidupan Rasulullah

Kemajemukan Indonesia sangat besar bila dibandingkan dengan negara lain di Asean maupun Asia. “Waktu ke Afganistan saya tanya ke Ashraf Ghani (Presiden Afganistan, red) berapa suku di Afganistan. Ada  7 suku. Waktu ke Singapura, saya tanya dubes, berapa suku. ada 4,” ujarnya.

Ditegaskan, kerukunan dan persatuan Bangsa Indonesia dari kemajemukan tersebut merupakan anugrah Allah kepada Bangsa Indonesia.  Sehingga harus tetap dijaga, dan menjadi tugas bersama semua komponen bangsa.

“Inilah anugrah Allah kepada indonesia. Aset terbesar adalah persatuan dan kerukunan. Mari kita pelihara ukhuwa islamiah kita, ukhuwah wathoniah kita. ini tugas kita bersama,” ucap presiden.

Presiden mengingatkan, agar kerukunan dan persatuan Indonesia tidak dirusak oleh perbedaan pilihan dalam memilih walikota, gubernur dan presiden. Sebab, Indonesia akan mengalami kerugian besar apabila urusan politik merusak kerukunan umat beragama dan persatuan bangsa.

Baca juga:  Sumbawa Sebagai Role Model Best Practices Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD

“saya titip, jangan sampai negara sebesar indonesia, retak, tidak rukun gara gara pilihan bupati/walikota, pilih gubernur dan presiden. Ini ada terus setiap 5 tahun. Silahkan pilihan bupati/walikota yang paling baik, coblos, rukun kembali. Pilih gubernur yang paling baik, coblos, rukun kembali. Pilih persiden yang paling bagus, coblos, rukun kembali. Rugi besar bangsa, karena politik dibawa ke kerukunan, dibawa-bawa ke ukwhuwah kita. Itu tidak boleh. inilah yang saya ingin saya ingatkan,” tegas presiden. (ks/adm)