Masih Ada SMP Kekurangan Murid Baru

kabarsumbawa.com – Berlakunya zonasi atau sistem rayon dihajatkan agar terjadi pemerataan siswa, sekaligus menggugurkan label favorit terhadap sekolah tertentu. Namun hajat tersebut belum sepenuhnya berjalan, karena menjelang berakhirnya penerimaan siswa baru,masih ada sekolah kekurangan siswa.

“Kalau kita katakan sudah, ya sudah sih. Tapi kalau kita katakan belum, memang belum sepenuhnya,” kata Hasbullah,S. Pd., Kepala Bidang Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya Rabu (11/07).

Dicontohkan, antara SMP dalam kota masih terjadi ketimpangan jumlah murid baru yang mendaftar. Seperti SMPN 5 kekurangan murid, sementara SMPN 2 kelebihan satu kelas. “Kayak SMPN 5 itu masih kurang. Sempat juga kepala sekolahnya keluhkan itu. Kita cek lapangan sih tentang (kekurangan, red) itu semua. Kemudian SMPN 2 sekarang itu malah kelebihan,” ungkapnya.

Dijelaskan, berdasarkan surat dari Dikbud Provinsi sekolah tersebut dapat menerima hingga enam kelas. Namun dari jumlah calon murid yang telah mendaftar saat ini, mencapai tujuh kelas.
“Tapi sekarang sudah tujuh. Kita sampaikan ke kepala sekolahnya, silahkan. Tapi kalau tidak mau, kita sarankan untuk dialihkan ke sekolah yang muridnya masih kurang. Seperti SMPN 3 Sumbawa yang belum mencukupi enam kelas,” ungkapnya, juga menambahkan, Kamis (12/07) Dikbud Kabupaten Sumbawa akan memantau langsung ke SMPN 2 Sumbawa.

Menurutnya, ketimpangan jumlah murid hanya terjadi di SMP dalam kota. Sedangkan sekolah-sekolah luar kota atau luar kecamatan Sumbawa masih relatif tidak ada persoalan.
“Kalau untuk sekolah luar kota sejauh ini tidak ada persoalan.  Beberapapun itu tidak ada masalah, tinggal bagaimana komunikasi dengan ketua rayon,” jelasnya.

Diungkapkan, ketimpangan didalam kota disebabkan, masih melekat anggapan sekolah favorit untuk sekolah-sekolah tertentu. Padahal dari sisi SDM tenaga pengajar dan fasilitas pendukung SMP dalam kota relatif sama.
“Sekolah dalam kota ini sudah semua. Sudah lengkap semua. Gurunya, fasiliyas penunjangnya. Sudah sama semua. Ya tapi karena masih ada anggapan favorit itu, sehingga masyarakat masih kejar-kejar SMPN 1.  Kalau di dalam kota, kecenderungan orang untuk sekolahkan anak ke SMPN 1 Sumbawa itu masih tinggi. Karena label favorit itu masih ada di masyarakat,” katanya.

Ditegaskan, penerimaan murid SMP tahun ini akan dijasikan tolok ukur, agar tahun depan tidak terjadi kembali ketimpangan. “Tahun ini kita jadikan untuk acuan tahun depan. Tahun depan itu anggapan label favorit itu mudah-mudahan sudah tidak ada lagi.  Kita ingin semua biar ada pemerataan,” tegasnya. (ks/adm)

News Feed