oleh

Dirut : Perusda Butuh Kepercayaan dan Dukungan Modal

-Ekonomi-51 views
Syafruddin, SE.,MM.
Syafruddin, SE.,MM., Diret Perusda Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com
Saat ini, Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Sumbawa tengah melakukan penyesuaian antara rencana, target dengan kondisi lapangan, pasca terpilihnya Direktur Utama Perusahaan Daerah Kabupaten Sumbawa yang baru. Dan secara umum, Perusda membutuhkan dukungan penyertaan modal dan kepercayaan pemerintah, untuk maju, berkembang dan bertahan.

“Dalam satu atau dua bulan ini kita sedang menyesuaikan antara rencana, target dan kondisi lapangan Perusda. Jadi masih banyak yang harus ditata ulang, perlu ada bisnis plan, untuk mendapatkan subsidi pemerintah. Karena saya lihat sulit tanpa adanya dukungan dana penyertaan dari pemda,” kata Syafruddin, SE.,MM., Diret Perusda Kabupaten Sumbawa, di Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (23/06).

Ia yang juga sebagai Dekan Fakultas Ekonomi UNSA menegaskan, dana awal sangat diperlukan untuk meraih peluang bisnis dan keuntungan yang diharapkan. Sebab banyak peluang dan bisnis yang dapat dilakukan dan dikembangkan kedepan.

“Jadi bisnis itu harus ada kesiapan dana yang cukup. Artinya kita tidak menjalankan bisnis sambil mencari dana. Misalnya kita mau kerjasama dengan A, atau menjalankan bisnis B, dana harus sudah siap. Kalau kita mau menarik mobil dinas untuk sevice di kita, maka kita sudah harus siap dengan suku cadangnya.
Jadi ini yang sedang kita hadapi hari ini
Banyak masukan dan ide yang luar biasa baik dari eksekutif dan teman-teman pebisnis. Maka, jika ada dana, kita akan raih peluang itu. Dan keuntungan yang besar dapat kita raih juga,” jelasnya.

Diungkapkan, selain sevice kendaraan dinas peluang bisnis yang mungkin diraih antara lain mendirikan pengfilingan padi, bisnis hasil pertanian. Perparkiran, retribusi pasar merupakan dan pengelilaan aset daerah seperti Gedung Wanita, merupakan beberapa diantaranya yang mungkin dikelolah perusda.

“Bisa jadi PAD, perusda juga hidup. PAD langsung ke kas yang yang kita storkan. Kemudian PAD tidak langsungnya, Perusda bisa hidup, sehat, berkembang dan bertahan. Saya punya mimpi, perusda itu berkembang, dan menjadi salah satu sumber PAD yang potensial. Saya ingin, nanti pada waktunya saya meninggalkan perusda, saya meinggalkannya dalam kondisi sehat,” katanya.

Diakui, saat ini perusda butuh atmosfir kerja baru, dengan SDM baru yang memiliki motivasi kerja tinggi, muda, inovatif, pekerja keras dan memiliki orientasi bisnis. Sehingga kedepan, akan ada penambahan personel untuk mendukung dan membantu direktur dalam bekerja.
“Sehingga berubahlah, mind-set orang tentang perusda selama ini. Butuh orang-orang yang berorientasi bisnis, bukan kontraktor,” tegasnya.

Ia menyebutkan, untuk menjalankan peeusda, minimal membutuhkan anggara Rp 500 juta. “Saya butuh Rp 2 milliar. Kalau tidak bisa, ya Rp 1 millyar. Itu pun tidak bisa, minimal Rp 500 juta. Saya ingin kita punya dana abadi Rp 500 juta. Jadi siapapun nantinya yang meneruskan, ada dana di kas minimal Rp 500 juta,” jelasnya.
Ia berharap agar pemerintah dapat membangun sinergitas, dan rasa percaya kepada dirut baru. “Saya yakin kita ada pada posisi dan niat yang sama, untuk berkontribusi kepada daerah, kepada masyarakat Sumbawa, dan untuk menjawab ekpektasi-ekspektasi tentang dirut yang baru. Tapi saya mohon kita dibantu. Kalau tidak bisa Rp 1 Milliar, Rp 500 juta cukup saya lihat. Walaupun agak payah-payah dulu. Terseok-seok dulu,” ungkapnya. (ks/adm)