Salahkah Anak Jalanan ?

Oleh : Purwandi Setiawan (Siswa SMK telkom Tegal)

ilustrasi anak jalanan
ilustrasi anak jalanan

kabarsumbawa.com – Pukul 14.30 dari perpustakaan daerah, dengan membawa tiga buah buku yang saya pinjam dari gedung itu. Saya melanjutkan perjalanan pulang. Sebagai remaja yang haus ilmu, sesering mungkin saya usahakan untuk mengunjungi perpustakaan daerah itu. Namun tidak juga setiap hari. Karena masih ada aktivitas saya yang juga memerlukan waktu.

Dengan langkah yang masih menyusuri jalanan, kali ini saya dilihatkan oleh pemandangan yang cukup mengejutkan, yakni para remaja – remaja yang bisa dibilang menghabiskan waktu hidupnya di jalanan. “Anak Punk” (Anak Jalanan) itulah sebutan yang familiar.

Lalu lalang berbagai kendaraan besar yang melalui jalan itu, tidak membuat sedikitpun mereka takut untuk menghadang kendaraan yang lewat. Ya, mereka akan menaiki kendaraan yang dihadang. Hal ini mengingatkan saya pada lembar koran berita, mengenai seorang remaja lebih tepatnya anak jalanan, yang meninggal karena terlindas oleh kendaraan besar. Suasana itu membuat saya menggelengkan kepala.

Dilain waktu, saya dikejutkan oleh segerombolan anak punk (anak jalanan), yang tampak sedang menunggu kendaraan yang akan dihadang mereka. Namun sedikit berbeda dari yang biasa saya lihat. Yaitu ada seorang perempuan dengan pakaian khas punk-nya, berdiri diantara para lelaki jalanan. Secara spontan, terngiang di pikiran saya pada saat pemandangan itu, sungguh miris namun saya tetap merasa iba pada mereka. Apakah mereka jauh dari keluarga ? Sehingga mereka lebih memilih menghabiskan waktunya dirumah tak beratap, yakni jalanan.

Di suasana itu, terlintas pula di pikiran saya tentang pernyataan untuk mereka. Mereka tidak harus selalu menerima hujatan dan tidak harus selalu dijauhi, mereka butuh bimbingan agar mereka memiliki moral yang baik. Sebagai remaja se-usia mereka, terkadang saya merasa iba pada tingkah mereka dalam menjalani hidup, yang kurang dalam pembimbingan moral. Saya pun sadar, bahwa pergaulan memiliki arti penting dalam membangun moral hidup yang baik. Pergaulan yang tidak baik, akan memengaruhi kualitas moral menjadi buruk. Begitupun sebaliknya.

Seseorang yang belum memiliki jalan hidup yang baik, dapat kita rangkul dan dibimbing dengan cara yang benar. Namun itu tergantung pada orangnya, maukah menciptakan diri yang baik atau tidak ? Sebagai remaja yang ingin memiliki masa depan cerah, hendaklah mengisi waktu luang dengan kegiatan yang ber-faedah, tanpa menghamburkan waktu muda dengan sia – sia.

News Feed