Empat Kali Pasar Murah Selama Ramadhan

arif kadis diskoperindag sumbawa
Kadis Koperindag sumbawa Drs. H. Arif, M.Si

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com –
Selama bulan puasa atau menjelang idul fitri, kerap terjadi gejolak harga bapan pokok, khususnya bahan olahan pabrik antara lain minyak goreng dan gula. Untuk itu, selama bulan puasa ini Pemda Sumbawa melalui Dinas Koperasi Peridustrian Perdagangan dan UMKM akan menggelar operasi pasar murah.
“Seperti lazimnya, pada daat bulan puasa atau menjelang idul fitri, bila terjadi gejolak pasar yang dikhawatirkan terjadi inkondusifitas harga batang pokok maka akan digelar operasi pasar murah,” kata Arif, M.Si., Kepala Diskoperindag Kabupaten Sumbawa di ruang kerjanya, Kamis (24/05).
Menurutnya, operasi pasar murah tersebut akan digelar sebanyak 4 kali di tempat berbeda di Kabupaten Sumbawa, salah satunya yakni Utan yang akan digelar 26 Mei. “Ada kriteria dari penentuan tempat pelaksanaan,misalnya tingkat kepadatan dan harga itu sendiri,” jelasnya, juga menambahkan, lokasi lainnya antara lain di Kecamatan Moyo Hulu, Lopok dan Kcamatan Sumbawa.
Diungkapkan, pihak-pihak yang akan ikut berpartisipasi dalam menyediakan komoditi operasi pasar murah antara lain Bulog Sub Divren Sumbawa yang menyediakan miyak goreng, gula putih dan beras jika dianggap perlu. “Tapi kondisi sekarang beras itu belum diperlu dilakukan operasi pasar. Sebab harganua masih bagus,” ungkapnya.
Selain itu, distibutor telor di NTB dipastikan akan ikut ambil bagian dalam operasi tersebut. “Sudah dijanjikan dan di pastikan, distibutor telor difasilitasi oleh Dinas Perdagangan NTB,” katanya, juga menegaskan disamping pihak-pihak lain yang akan terlibat.
Bahkan, bila diperlukan atau dikhawatirkan menuebabkan gejolak harga Dinas Koperindag dan UMKM Kabupaten Sumbawa akan menyurati PT.Pertamina untuk menyertakan minyak tanah dalam operasi pasar murah. Sebab, minyak tanah termasuk dalam kebutuhan strategis dan dapat dikategorikan bahan pokok.
Ditegaskan, tidak semua wilayah di Kabupaten Sumbawa dilakukan operasi pasar murah. Sebab, selain kriteria yang menjadi perimbangan utama, juga mempertimbangkan kesanggupan atau layak kesanggupan dari distrobutor barang. “Kita berharap kepada pelaku bisnis atau penjual barang-barang kebutuhan pokok,tidak mengambil keuntungan yang berlebihan. Juga tidak melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi)- lah,” ujarnya. (ks/adm)

News Feed