Mahmud Abdullah Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-110

upacara hari kebangkitan nasional ke 101
Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 110 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2018

Sumbawa, kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Senin (21/5/2018), melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke 110 yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2018 kemarin.

Bertempat di di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdulah secara langsung bertindak sebagai inspektur upacara diikuti para anggota Forkopimda, para pejabat Sipil dan TNI-Polri, PNS dan Prajurit TNI-Polri.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdulah menyatakan bahwa butir kelima dari nawacita kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla  berisi visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) pada Tahun 2019, dan melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui pembangunan manusia yang terampil dan terdidik, pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia.

Lebih lanjut dijelaskan, sesuai dengan tema Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2018 yaitu “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital”, harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri. Pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

wabub pada upacara hari kebangkitan nasional ke 101Disampaikan pula gambaran Bung Karno tentang persatuan bangsa seperti layaknya sapu lidi. Jika tidak diikat, maka lidi tersebut akan tercerai berai, tidak berguna dan mudah dipatahkan. Tetapi jikalau lidi-lidi itu digabungkan, diikat menjadi sapu, mana ada manusia bisa mematahkan sapu lidi yang sudah terikat. Gambaran tersebut menurut Menteri, aktual pada masa sekarang ini, dimana ada kekuatan-kekuatan yang berusaha merenggangkan ikatan sapu lidi, yang disuguhi hasutan-hasutan yang membuat rakyat bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan tersebut. Padahal inilah masa yang sangat menentukan bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Bangsa Indonesia dituntut untuk tidak buang-buang energi dengan bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia.

Disampaikanpula tentang bonus Demografi yang menyuguhkan potensi keuntungan bagi bangsa karena proporsi penduduk usia produktif lebih tinggi dibanding penduduk usia non-produktif,menurut perkiraan Badan Pusat Statistik, rentang masa ini akan berpuncak nanti pada tahun 2028 sampai 2031. Pada saat itu nanti, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen. Proyeksi keuntungan bonus demografi itu akan tinggal menjadi proyeksi, jika tak dapat dimaksimalkan. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu Sumber Daya Manusia produktif pada tahun-tahun puncak bonus Demografi tersebut tidak dapat mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi.

“Generasi Bonus Demografi” yang kebetulan juga beririsan dengan “Generasi Millenial” tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama dan akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar.Namun akan menjadi berkah jika mampu ditaklukkan menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

Menteri Kominfo mengajak untukmenjauhkan duniadigital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak Indonesia bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal tersebut.“Dulu kita bisa, dengan keterbatasan akses pengetahuan dan informasi, dengan keterbatasan teknologi untuk berkomunikasi, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa. Seharusnya sekarang kita juga bisa, sepikul berdua, menjaga dunia yang serbadigital ini, agar menjadi wadah yang kondusif bagi perkembangan budi pekerti, yang seimbang dengan pengetahuan dan keterampilan generasi penerus kita,” pungkas Menteri. (ks/adm)

 

News Feed