Puluhan Hektar Padi Terancam Puso

ilustrasi padi kekeringan
ilustrasi padi kekeringan

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com –
Puluhan hektar areal persawahan khususnya tanaman padi masyarakat Desa Pungkit Kecamatan Lopok terancam puso.  Sebab, puluhan hektar tanaman padi irigasi tersebut tidak mendapat pasokan air normal.

Kades pungkit
Sofyan Fitrajaya, Kades Pungkit Kecamatan Lopok

“Petani saat awal nanam saja dapat air sekarang tidak lagi. Debit air sungai menurun cukup drastis,” kata Sofyan Fitrajaya, Kades Pungkit Kecamatan Lopok, di ruang kerjanya, Senin (21/05).

Menurutnya, terdapat sedikitnya dua lokasi areal tanaman padi yang terancam puso. Yakni areal sawah Orong Tete dengan luas 50-an hektar. Areal tersebut mengandalkan air DAS yang melintasi Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu.

Sedangkan areal lainnya yang diperkirakan mencapai sekitar 70 hektar yakni areal persawahan yang mendapat air dari irigasi kiri bendungan pungkit.

“Kalau saluran kiri ini kan hingga masyarakat Lopok Beru. Ini yang kita hitung hanya untuk masyarakat atau wilayah pungkit saja,” jelas dia.

Sedangkan saluran kanan, selain areal masyarakat pungkit, juga mengairi areal tanam masyarakat Desa Tatede, hingga desa Langam. Diperkirakan rstusan hektar areal persawahan yang diairi saluran kanan bensungan Desa Pungkit.

“Sekarang ini terancam puso bagi yang tanam padi. Debit air kali sekarang jauh menyusut dibandingkan tahun sebelumnya dalam periode yang sama,” tegasnya.
Ia menduga, penyusutan debit air DAS Pungkit, maupun DAS Lito disebabkan adanya penebangan kayu di areal hulu atau sekitar mata air kali tersebut. “Saya yakin ada kegiatan tersebut disana.

Tersistematis atau tidak, saya tidak tahu,” ungkapnya, juga berharap adanya respin dan tindakan tegas pemerintah atas tindakan tersebut. (ks/adm)

News Feed