Gerakan Menuju 100 Smart City Wujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat

56

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com –Kabupaten Sumbawa termasuk salah satu dari 50 Kabupaten/Kota yang terpilih untuk mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smaft City 2018. Untuk mengimplementasikan program tersebut, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa menggelar sosialisasi Gerakan Menuju 100 Smart City, Senin (14/05/2018) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa.

Kegiatan yang bertemakan “Sumbawa Smart City Mengakselerasikan Implementasi Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik yang Cerdas, Cepat, Transparan, Efektif, dan Terpercaya mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat” bertujuan memberikan pemahaman tetang Gerakan Menuju Smart City kepada seluruh Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sumbawa, Pimpinan BUMN.BUMD, Pimpinan Universitas, Civitas Akademika, Pakar dan Praktisi Teknologi Informasi serta unsur terkait lainnya. Sebab Sumbawa merupakan salah satu Kabupaten Kota yang terpilih mengikuti Program Gerakan Menuju 100 Smart City.

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sumbawa, Anggota Forkopimda Kab. Sumbawa, utusan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Pimpinan OPD, Pimpinan BUMN dan BUMD, Camat, dan Kabag.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa Sumbawa merupakan salah satu dari 50 Kabupaten Kota yang terpilih melalui proses seleksi assessment Tahun 2018 sebagai daerah yang akan memiliki master plan pembangunan smart city.
Hal tersebut ditandai dengan penandatangan Nota Kesepakan (MoU) Program Gerakan 100 Smart City, antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika08 Mei 2018 lalu.

Dengan konsep smart city yang awalnya digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang kemudian didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Bappenas, serta Kantor Staf Kepresidenan, diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di dalamnya, untuk mengelola sumber daya yang ada secara efisien serta dapat memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat atau lembaga dalam melakukan kegiatannya maupun dalam mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Dijelaskan ada enam komponen yang diprioritaskan dalam implementasi smart city antara lain, smart living,yaitu pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan Sumber Daya Alam secara cerdas sehingga tidak menimbulkan dampak lingkungan yang merugikan, smart people, yaitu pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas manusia dari segi pengetahuan dan keterampilan, smart mobility, yaitu pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang pemanfaatan sarana transportasi dan menunjang produktivitas, smart government yaitu pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola pemerintahan serta meningkatkan keterlibatan masyarakat, smart economy,yaitupemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang produktifdan berdaya saing, smart environment, yaitu pemanfaatan teknologi informasidalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pada suatu wilayah.

Sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Sumbawa Ir. H. Ibrahim, M.Si., dalam laporannya menyampaikan Smart city bertujuan untuk mendorong penggunaan teknologi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya, dan untuk peningkatan layanan public dan memberikan perhatian pada pemberdayaan masyarakat untuk berinovasi sebagai aktor utama pembangunan, serta untuk membangun pola fikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik.

Sementara itu, Dwi Elfrida Martina, S.IP.,MPPA dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang juga merupakan Tim Smart City yang merupakan narasumber pada kegiatan tersebut dalam pemaparannya mengatakan bahwa Program Smart City sangan membatu masyarakat dalam mengakses apapun, diantaranya, pengurusan KTP, BPJS, Daftar untuk berobat di Rumah Sakit dan sebagainya.

“kalau saya sakit, saya tidak perlu ngantri lama-lama di rumah sakit, cukup saya daftar dari rumah, sekitar 10 menit sebelum anttrian saya sampai saya bias ke rumah sakit”, paparnya.(KS/aly)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here