oleh

Disnak Akan Salurkan 38 Unit Alat Pencacah Jagung

Talif
Ir. Talifuddin, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com –
Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa akan menyalurkan sedikitnya 38 unit mesin pencacah pakan ternak dari jagung, ke berbagai kelompok peternak. Bantuan meain tersebut sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat untuk memanfaatkan limbah jagung menjadi pakan ternak, atau integrasi jagung dan sapi.

“Kalau pencacah kita kasih ke kelompok-kelompok yang maju. Tahun ini 38 unit lagi.  Suddah ada titik-titik pembagiannya. Tahun kemarin itu 38 juga,” kata Ir. Talifuddin, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sumbawa, di ruang kerjanya Kamis (03/05).

Dijelaskan, dengan alat tersebut petani ternak dapat mencacah batan jagung untuk dijadikan pakan ternak. “Kemudian limbah jagung itu di fermentasi dengan bahan kimia (Ma11) dan dalam empat hari bisa menjadi pakan,” jelasnya.

Baca juga:  Wakil Bupati Sumbawa Sambut Rombongan Kedutaan Republik Polandia

Menurutnya, saat ini dua kecamatan, yakni Kecamatan Labangka dan Kecamatan Lunyuk menjadi wilayah percontohan dalam peogram tersebut. Dan dalam waktu dekat, akan mendapatkan bantuan bibit sapi dari kementerian.

“Nanti akan mendapatkan bantuan bibit sapi dari kementerian. Ada 200 ekor untum di Labangka dan 200 ekor lagi di Lunyuk. Itu untuk sepuluh kelompok di masing-masing kecamatan tersebut,” tegasnya.
Diungkapkan, dipilihnya Kecamatan Lunyuk.dan Kecamatan Labangka, karena memiliki areal tanam jagung dari lahan kering yang luas, dan persyaratan lainnya yang ditetapkan oleh kementrrian. Seperti kesiapan kandang kelompok, lamtoro dan kekompakan kelompok bersangkutan.

“Ini kan untuk percontohan. Segalanya harus siap karena kementerian cek tiga kali. Dan kita sudah final. Sudah dicek ke tiga. Sekarang kita tinggal tunggu sapinya,” ungkapnya.

Baca juga:  Wabup KSB Ingatkan Kepsek dan Guru Jangan Jadi Provokator Hoax Vaksin

Dikatakan, bantuan bibit sapi tersebut merupakan usulan Pemkab Sumbawa melalui proposal April 2017 silam. “Cukup lama untuk meyakinkan dirjen. Sekarang mereka tidak hanya yakin. Meskipun ini percontohan pertama, harus bisa berhasil agar kedepannya lebih muda nanti,” tegasnya. (ks/adm)