Optimalkan BUMDes Desa Kiantar, Mantar Jadi Desa Wisata

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Desa Kiantar harus mengoptimalkan BUMDes (badan usaha milik desa) dan Desa Mantar sebagai desa wisata budaya dan olahraga.

Demikian inovasi dan terobosan kreatif yang disampaikan peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan/Diklatpim II Angkatan VIII Lembaga Administrasi Negara/LAN Bandung. Inovasi dan trobosan kreatif dari 15 peserta Diklatpim tersebut disampaikan sebagai hasil Visitasi Kepemimpinan Nasional/VKN di Desa Mantar dan Desa Kiantar Kecamatan Poto Tano.

Direktur Dana Kegiatan Pendidikan  Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Dr. Abdul Kahar menyampaikan, untuk Desa Mantar harus difokuskan menjadi desa wisata budaya dan olahraga. Dengan budaya yang ada, kemudian adanya spot paralayang berkelas internasional, maka untuk menjadikan Desa Wisata harus mendapat dukungan dari tiga sisi yang saat ini masih menjadi hambatan.

Tiga sisi itu disebutkan, pertama klaster pendidikan. Pendidikan di Mantar hanya sampai tingkat SLTP. Meski jarak anak-anak Mantar jika sekolah ke SMA di bawahnya dekat. Namun masalah medan dan moda transportasi menjadi penghambat, yang kemudian bisa melahirkan angka putus sekolah. Untuk itu, Pemda bisa melakukan inovasi jangka pendek dengan melakukan kerjasama dengan Pemprov untuk membuka SMA terbuka di Mantar.

Kedua, meningkatkan SDM warga dengan pelatihan vokasi, seperti tata boga, busana dan ris, dan ketiga memaksimalkan peran lembaga adat dan karang taruna dalam mengelola potensi di Desa Mantar untuk bisa di jual sebagai destinasi yang bisa mendatangkan turis dan tentu berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara untuk Desa Kiantar, bagaimana mengoptimalkan BUMDes Kiantar Makmur membentuk unit-unit usaha. Unit usaha tersebut akan mengakomodir komoditi pertanian warga. Sehingga warga Desa Kiantar tidak perlu pusing memasarkan hasil pertaniannya. Selanjutnya, BUMDes harus mengembangkan usahanya berbasis teknologi informasi agar dikenal luas. Sehingga mampu membuat pangsa pasar yang besar serta menjalin kerjasama.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, S.T sebelum melepas peserta Diklatpim II setelah dua hari berada di KSB mengatakan, masalah anggaran menjadi faktor utama dalam pengembangan Desa Mantar yang memang menjadi branding pariwisata KSB. Desa Mantar memiliki jumlah penduduk yang minim dibanding desa lainnya di KSB. Desa lainnya pun memiliki kebutuhan yang bahkan jauh lebih besar. Pemerintah KSB pun tentu memiliki skala prioritas untuk ditangani. ‘’Pun demikian kami tetap mengoptimalkan Mantar sebagai desa wisata, apalagi disitu dibangunhomestay untuk mendukung wisata kedirgantaraan,’’ kata Wabup.

Terkait Desa Kiantar, Wabup mengatakan masalah pengoptimalan BUMDes bukan hanya di Desa Kiantar semata. Namun juga desa-desa lainnya di KSB dan juga di seluruh Indonesia. Karena BUMDes akan merangkul masyarakat yang hasilnya juga untuk masyarakat desa.(KS/yud)

News Feed