oleh

Ini Amanat Terbaru Bupati Kepada Agen PDPGR

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Menjaga kekompakan itu susah-susah gampang. Oleh karena itu, Bupati Sumbawa Barat, H.W Musyafirin MM mengamanatkan kepada para Agen-Agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) untuk selalu menjaga kekompakan.

Amanat tersebut disampakan Bupati kepada seluruh Agen-Agen PDPGR dalam sambutaannya di Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Agen PDPGR Se-KDB di lantai 3 Gedung Setda Sumbawa Barat, Kamis (5/4) pagi tadi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar kekompakan Ager PDPGR harus terus dibangin dan dijaga. Jika ditempat lain mengatakan tidak mungkin, maka di KSB harus mungkin. ”

‘’Saya berharap Agen PDPGR pertahankan kekompakan ini. Jika kekompakan ini terus dibangun, maka Dandim pun akan takut,” Kelakar Bupati.

Tugas membangun KSB, tegas bupati, bukan hanya membangun fisik seperti jamban, rumah dan lainnya. Namun yang paling penting adalah membangun sikap, mental atau karakter rakyat KSB, yakni bermental Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh.

‘’Kita libatkan semua pihak, pejabat, aparatur sipil negara, masyarakat, tokoh masyarakat tokoh agama, ulama untuk mendapatkan karakter rakyat KSB yang ikhlas, berkarakter jujur dan berkarakter sungguh sungguh. Kampanyekan sampai ke anak-anak,” imbuhnya.

Baca juga:  Peringati HUT Korpri ke-46, KORPRI Gelar Sosilisasi Bahaya Narkoba dan HIV/Aids

Kemudian kepada pemangku kepentingan, mulai dari kepala desa/lurah, camat, Babbinsa dan Bhambinkamtibmas, kembali Bupati menharapkan untuk memanfaatkan kebeeadaan Agen PDPGR ini. Ia mencontohkan, jangan sampai kepala dinas ketika melaksanakan suatu kegiatan yang sebenarnya membutuhkan Agen PDPGR, malah kemudian memandang sebelah mata. Semua harus bersinergi, Agen PDPGR bukanlah pesaing.

‘’Saya berharap manfaatkan Agen PDPGR. Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas, Kepala Desa/Lurah akan sangat terbantu jika agen PDPGR bisa dimanfaatkan dengan baik. Contohi Kecamatan Maluk, Camat, Kepala Desa dan Agen PDPGR sinergitasnya sangat baik. Kecamatan, Desa lain silahkan studi banding ke Maluk,” ungkap Bupati.

Ke depan, Agen PDPGR harus lebih membuka mata dan telinga di tengah masyarakat. Bukan berarti Agen  menjadi intel. Namun karena tanggung jawab memenuhi hak rakyat, termasuk menjaga keamanan dan ketertiban KSB. Apapun yang ditemukan, masalah narkoba, masalah asusila dan lainnya segera laporkan ke Kepolisian. Agen harus mengontrol warga di wilayah kerjanya. Jika ada Agen tidak mengetahui warganya yang kelaparan, yang sakit dan belum diobati, juga warga yang belum mendapatkan hak-hak dasar  lainnya, maka yang berdosa Agen PDPGR. Jika diketahui dan sudah dilaporkan ke Bupati, tetapi bupati tidak menindaklanjuti, maka itu adalah dosa Bupati. Kepekaan harus ditanamkan sehingga benar-benar ditunggu masyarakat.(KS/yud)