oleh

Wabup : Kelola Keuangan Sekolah dan Aset Lebih Tertib

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Permasalahan klasik yang dihadapi Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) adalah soal pengelolaan aset. Oleh karena itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin, ST menegaskan kepada sekolah untuk benar-benar memimpin pengelolaan keuangan dan aset agar lebih tertib disekolahnya.

“Semua aset di sekolah tidak luput dari pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Pemerintah pun telah menempatkan bendahara barang di setiap sekolah. Memberikan intensif agar pengelolaan keuangan dan aset di sekolah jajaran Dikpora KSB berjalan baik.” Tegas Wabup dalam Mutasi Kepala Sekolah Lingkup Pemkab Sumbawa Barat, Selasa (13/3) pagi tadi di Aula Dikpora KSB.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Wabup juga mengharapkan adanya inovasi guna memajukan pendidikan KSB. Dimana, Kepala Sekolah dan guru harus berinovasi.

Baca juga:  Tanaman Pangan Beragam Jadikan Sumbawa Unggul

“Saya berharap pendidikan KSB semakin baik,” Imbuhnya.

Terlebih, lanjut Wabup kepada Kepsek yang dimutasi dan Kepala Dikpora KSB, Drs. Tajuddin, M.Si dan pejabat Dikpora KSB serta Kepala KCD se-KSB, Dikpora telah memenuhi SPM (Standar Pelayanan Minimal) Pendidikan Dasar. SPM pendidikan dasar KSB saat ini mencapai 98 persen. Mudah-mudahan Dikpora dan jajaran segera bisa memenuhinya menjadi 100 persen. Karenanya, inovasi di setiap sekolah sangat dibutuhkan. Termasuk peka memandang kehidupan sosial-masyarakat. Saat ini bangsa tengah diserbu oleh narkoba. Namun, bisa dilihat apakah sekolah telah berbuat untuk menjaga anak didik dari narkoba. Berinovasi membuat spanduk mengajak anak-anak menjauhi narkoba.

“Lebib penting lagi, pantau jajanan atau permen yang dikonsumsi anak didik apakah mengandung narkoba atau tidak.” Tandas Wabup.

Contoh inovasi lain adalah membuat kegiatan sarapan bersama seperti yang dilaksanakan SDN Sapugara. Meski terlihat sederhana, tetapi inovasi ini sangat bermanfaat. Manfaatnya adalah, orang tua setiap pagi menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Kemudian anaknya di sekolah siap belajar setelah sarapan yang sarapannya Insya Allah dijamin sehat, dijamin anaknya tidak muntaber karena jajaran sembarangan dan lainnya. Termasuk guru melihat dan semakin peka terhadap makanan anak didiknya.

Baca juga:  Sungai Meluap, Rumah Warga Di Bantaran Sungai Tergenang

Wabup menjelasakan, menjadi aparatur salah satu konsekuensinya adalah siap ditempatkan di mana saja. Melihat KSB, wilayah kerjanya tidak terlalu jauh antara kecamatan yang satu dengan yang lain. Karenanya, setiap aparatur harus menerima kebijakan pimpinan daerah.

‘’Kami pimpinan daerah menempatkan aparatur apa dan bagaimana penempatan bapak-bapak dan ibu-ibu sudah dipertimbangkan dengan matang,’’ Pungkasnya.(KS/yud).

ksbksb ksbksb