Tahun Ini, Masalah Kekurangan Air Bersih Di KSB Akan Dituntaskan

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Masalah kekurangan air bersih di Kabupaten Sumbawa Barat, akan dituntaskan tahun ini. Hal tersebut, diperkuat dengan kehadiran Pamsimas III dengan sumber anggaran APBN, APBD, APBDes serta kontribusi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Pemukiman (PUPRPP) Amar Nurmansyah ST melalui Kepala Bidang Cipta Karya,Abdul Aziz ST.,M. Eng yang diwawancarai usai kegiatan penyerahan Pamsimas di Desa Tua Nanga (20/2) pagi tadi mengatakan desa yang sudah memiliki Pamsimas rata-rata desa yang rawan dengan kekeringan air bersih kala musim kemarau tiba.

Tahun 2017 lalu, terdapat 14 desa yang sudah terbangun Pamsimasnya. Diantaranya Desa Mura, Lampok, Mataiyang, Seloto, Banjar, Batu Putih, Labuan Lalar, Meraran, Kelanir, Lamusung, Senayan, Tua Nanga, Moteng dan Desa Lamuntet.

Lanjut Aziz, semua sarana pendukung seperti jaringan pipa distribusi hingga sambungan rumah, sudah rampung. Nah, saat ini sudah masuk dalam tahap pemanfataan oleh masyarakat setempat.

“Persoalan kekurangan air bersih, tahun ini kita niatkan diamputasi,” ujarnya.

Aziz mengatakan, sebanyak 3,740 kk dan rincinya 13,651 jiwa sudah menikmati keberadaan dari 14 titik Pamsimas itu.

Seraya berharap, agar pihak pemerintah desa terutama pada Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP SPAMS) itu bersama masyarakat untuk dapat menjaga dan merawatnya. Karena itu kebutuhan dan kepentingan bersama.

Untuk memutuskan polemik air bersih itu, sambung Kabid Cipta Karya lagi tahun 2018 ini pemerintah membangun 15 titik Pamsimas. Yaitu, Desa Sermong, Kiantar, Seminar Salit, Rarak Rongis, Benete, Pasir Putih, Maluk, Bukit Damai, Goa, Beru, Belo, Ai Kangkung, Tatar, Talonang Baru dan Sekongkang Bawah dengan sasaran 11,639 jiwa dan 3.002 kk.

“Sumber dananya APBN, APBD, APBDes dan juga swadaya masyarakat,” pungkasnya.(KS/yud)

News Feed