Ponan Bukan Keyakinan, tetapi Budaya yang Harus Dilestarikan

368
Ponan
Ponan Bukan Keyakinan, tetapi Budaya yang Harus Dilestarikan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Masih banyak penafsiran yang salah oleh masyarakat terhadap perayaan Pesta Ponan yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh masyarakat Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa Besar di sebuah Bukit di Orong Rea Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir.
“Berkaitan dengan kegiatan Ponan hari ini, masih ada penafsiran-penafsiran yang di salah tafsirkan oleh warga masyarakat. Ponan bukanlah keyakinan, tetapi budaya yang harus dilestarikan bersama”, ujar Amiruddin, SH., Camat Moyo Hilir, saat sambutannya di acara Pesta Ponan, Minggu (11/02/2018).
Untuk diketahui lanjutnya, kegiatan ponon bertujuan untuk silaturrahmi sesama masyarakat Kecamatan Moyo Hilir, khusunya di tiga Dusun yakni Dusun Poto, Dusun Malili, dan Dusun Lengas, untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan lebih-lebih tali persaudaraan antar masyarakat, yang bila mana pada saat kegiatan tanam padi, terdapat hal-hal yang kurang berkenan dihati.
“mungkin berebutan air untuk mengairi sawahnya atau memperebutkan bibit padi. Maka pads hari ini kami berkumpul di sini untuk silarurrahmi dan saling maaf memaafkan satu sama lainya”, jelasnya.
Lanjutnya, perayaan Pesta Ponan merupakan rasa syukur masyarakat kepada Allah, yang telah memebrikan kelancaran dalam proses menanam padi, sehingga berjalan dengan lancar. Pada Pesta Ponan juga adakan doa bersama sekaligus tahlilan dalam rangka meminta kepada Allah agar hasil panen kami kali ini dapat meningkat dan melimpahrua.
“Inilah tujuan dari perayaan Pesta Ponan yang dirayakan setiap tahunnya”, tandasnya
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdulah, mengatakan bahwa kegiatan Pesta Ponan merupakan gotong royong masyarakat sekaligus rasa syukur atas keberhasilan tanamannya pada waktu-waktu yang lalu.
“mungkin melalui kegiatan semacam ini, kita dapat berkumpul, jika pada kegiatan lain sangat sulit”, ujarnya.
Lanjut Wabub, kegiatan Pesta Ponan bukanlah kegiatan keagamaan, melaikan kegitan budaya yang harus dilestarikan. Dengan melestarikan budaya semacam ini, justru menjadi pelajaran berharga untuk kita melesratikan dan menjaga alam. (KS/aly).