oleh

Sumbawa Bagai Gadis Cantik Dalam Kelambu, Harus Ada yang Buka Kelambunya

Seminar Nasional Jagung
Seminar Nasional Jagung di lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (08/02).

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com –
Ir. Maxdeyus Sola,MM., Sekretaris Jendral Dewan Jagung Nasional, mengibaratkan Kabupaten Sumbawa bagai gadis cantik dalam kelambu. Analogi tersebut menggambarkan potensi jagung yang dimiliki, terlebih dengan terobosan Integrasi Jagung dan Sapi yang dicetuskan Kabupaten Sumbawa.
“Tapi harus ada yang berani buka kelambu itu,” katanya dalam acara Seminar Nasional Jagung di lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (08/02).
Diungkapkan, saat ini pemerintah berupaya untuk memenuhi permintaan pasar untuk komoditas jagung, agar tercipta kedaulatan dalam agribisnis. Selain itu, produksi jagung dalam negeri juga akan diekspor ke berbagai negara Asia Pasifik.
“Ada tim di luar negeri yang akan bantu jagung Indonesia, termasuk Sumbawa. Kita cari solusi perbesar di nasional dan internasional. Dan tim di Hongkong itu bantu pasarkan,” katanya.
Diungkapkan, petani jagung Indonesia selama ini terjebak dalam paradigma pemikitan keliru. “Kita menganggap, bahwa hanya biji jagung saja yang bernilai ekonomis. Sedangkan yang lainnya tidak, kemudian dibakar-bakar dan sebagainya,” jelasnya.
Ia menegaskan, padahal seluruh bagian jagung seperti daun bernilai ekonomis dan menjadi komoditi eksport. Dengan kisaran harga saat ini USD 200 per ton, dan Jepang merupakan salah satu negara tujuan untuk kebutuhan pupuk pertanian.
“Kalau pakai daun jagung itu, musim dingin tanah tetap lembab. Kalau musim panas, kandungan air tanah tidak banyak menguap,” ungkapnya. (ks/adm)

ksbksb ksbksb
Baca juga:  Awal Tahun 2019, 238 Pejabat KSB Dirotasi