oleh

Coklit Pilkada 2018 Rampung Sekitar 70 Persen

Agusti, S.Pd.i.,
Agusti, S.Pd.i., Ketua Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kabupaten

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com –
Panwas mengawasi proses kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di lapangan melalui petugas Pengawas Pemilih Lapangan (PPL). Kegiatan yang di laksanakan oleh KPU untuk validasi Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) degan kondisi masyarakat yang sebenarnya, dan diperkirakan telah 70 persen.

“Apakah ada yang sudah meninggal, pindah domisili, dan lainnya. Data tang masuk perhari ini, sekitar 70 persen. Bahkan ada yang sudah selesai seperti Kecamatan Ropang,” kata Agusti, S.Pd.i., Ketua Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kabupaten Sumbawa di ruang kerjanya, Rabu (07/02).

 

Menurutnya, selama proses tersebut Panitia Pengawas Kecamatan menyampaikan laporan perkembangan kegiatan per hari. “TKI/TKW itu, harus dia terdaftar meskipun sekarang berada di luar negeri, tetap dimasukkan dia dalam daftar pemilih. Siapa tahu suatu saat mereka kembali untuk menggunakan gak pilihnya,” jelas dia.

Baca juga:  Sumbawa Lahan Jagung Terluas Di NTB

Diungkapkan, terkait dengan TKI/TKW, Panwaslu Kabupaten Sumbawa berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, untuk mendata pekerja yang ada di luar negeri. Agar data TKI/TKW tidak digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada saat pemilihan.

“Kami menekankan juga kepada PPL untuk mengawasi pemilih yang tidak memiliki E-KTP. Karena sesuai dengan PKPU Nomor 2 Tahun 2017 itu tentang verifikasi data pemilih, bahwa pemilih wajib miliki E-KTP atau Suket. Jadi kalau tidak punya E-KTP, harus punya suket, baru bisa milih,” jelasnya.

Dikatakan, berdasarkan ketentuan tentang tipologi pengawasan, antara lain menitik-tekan kepada calon pemilih ganda, meninggal, pidah domisili dan disabilitas. “Memang sejauh ini yang kita temukan ada yang sudah meninggal tapi terdaftar,” ungkapnya. (ks/adm)

ksbksb ksbksb