oleh

BMKG : Kecepatan Angin Ekstrim, Nelayan Dihimbau Untuk Tidak Melaut

Bmkg sumbawa
Endriyono, Kepala Badan Meteorologi, Klimstologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kecepatan laju angin di Sumbawa sudah tergolong ekstrim. Hal tersebut diungkapkan oleh Endriyono, Kepala Badan Meteorologi, Klimstologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumbawa. Selasa (30/01/18) di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa untuk tiga hari kedepan masih ada angin kencang di Daerah Sumbawa, karena ada perbedaan tekanan atmosfir di Asia dan Australia yang sangat segnifikan atau sangat jauh. Di Asia 1008 Hpa sementara di Australia sekitar 982 Hpa. “Jadi selisihnya cukup jauh, gradient tekanan inilah yang menyebabkan timbulnya angin yang kencang”, ujarnya.

Untuk kecepatan angin di Sumbawa sudah menginjak ekstrim yakni diatas 25 knot. Jadi sangat berbahaya untuk waspada seluruh masyarakat karena efeknya akan banyak pohon-pohon yang tumbang, karena kecepatan angin di Sumbawa sudah ekstrim. Selain pohon tumbang, kencangnya angin di daratan akan menyebabkan besarnya gelombang di laut.
“Sehingga untuk angin kencang, akan menimbulkan gelumbang laut yang besar, karena sesuai dengan perhitungannya untuk kekuatan angin yang ekstrim di daratan akan menambah tinggi gelumbang. Jadi misalnya kecepatan anginnya 20 knot, maka gelumbangnya sekitar 2,5 meter di lautan”, jelasnya.

Baca juga:  Koramil Moyo Hulu Bersama Masyarakat Bersihkan Saluran Irigasi

Untuk para nelayan yang beraktivitas di laut lanjutnya, agar beristirahat untuk sementara waktu, karena selain adanya angin kencang yang menyebabkan gelombang tinggi, perlu juga diwaspadaan adanya bulan purnama penuh (SuperMoon) yang akan menyebabkan banjir ROB.

“saya kira, untuk para nelayan harus waspada, lebih baik beristirahat dulu sejenak, untuk seminggu kedepan sampai cuaca membaik dan kembali kepada posisi normal dulu. karena sangat berbahaya, ada dua kejadian yakni, sepermoon yang mengakibatkan pasangnya air laut ROB, dan adanya angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi di perairan. (KS/aly)

Komentar