Teknologi Pendidikan Sebagai Penggerak Paradikma Pendidikan Student Central Learding 

69

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Program Studi Tenologi Pendidikan (TEP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unversitas Samawa Sumbawa Besar, Senin (15/01/17) menggelar seminar teknologi pendidikan dengan tema Teknologi Pendidikan Sebagai Penggerak Paradikma Pendidikan Student Central Learding.
Seminar yang digelar di aula Rektorat Universitas Samawa (UNSA) diisi oleh dua Candidat Doktor yakni Andi Haris, M.Pd., dan Desak Nyoman Damayanti, S.Kom,.
Irma Suryani, M.Pd., selaku ketua program studi teknologi pendidiakan menjelaskan bahwa Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pemahaman mahasiswa Teknologi Pendidikan terkait keilmuan mereka. Selain itu, untuk memberikan penjelasan kepada mahasiswa TEP serta masyarakat, terkait peran dan tugas TEP pada dunia pendidikan.

“dengan adanya kegiatan ini, saya berharap akan lahir teknolog-teknolog pendidikan dari alumni TEP UNSA”, jelasnya.
Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSA, Suharli, M.Pd., mengatakan bahwa berkembangnya sebuah pendidiakn tergantung pada diri kita sendiri, hadirnya ternologi pendidikan ini, diharapkan bisa menciptakan ide-ide dan konsep-konsep pendidikan yang berbasis teknologi.

Karena jika tidak ada teknologi pendidikan, maka pendidikan akan sulit berkembang.
Hal serupa juga di ungkapkan oleh Junaidi, S.Pd, M.Pd., Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Bidang Pembinaan SD DIKBUD Sumbawa, menyambut baik hal tersebut karena teknologi diharapkan menjadi inti dari proses ternformasi ke arah perubahan yang lebih baik.

“pada dasarnya kami sambut positif kegiatan ini karena kita membaca kecendrungan perubahan, seperti perubahan kurikulum yang juga diikuti dengan perubahan seluruh perangkat kurikulum termasuk jaga bagaimana tenologi ini menjadi inti dari proses transformasi kearah yang lebih baik”, ujarnya.

Peran-peran ini lanjutnya, harus ditangkap oleh kampus khususnya TEP untuk jeli tehadap hal-hal yang bisa dilakukan interpensi dalam rangka mendorong pembelajaran abad 21 terutama dengan peran-peran teknologi yang lebih praktis.

“UNSA punya posisi strategis dengan adanya teknologi pendidikan, terutama dalam rangka pengembangan media. Karena sangat sedikit sekali produk-produk local yang berbasis teknologi yang masuk kesatuan pendidikan sekolah itu sangat jarang. Sehingga ketergantuang terhadap produk yang di design dari luar itu sangat tinggi. Itu yang harus di tangkap oleh TEP UNSA”, katanya.

Seminat teknologi pendidikan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP UNSA, dari Smester satu hingga semester tujuh. (ks/aly)

BAGIKAN