oleh

Demo Di Kantor KPU, 1 Orang Meninggal Dunia

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com — Satu orang pengunjuk rasa meninggal dunia, satu orang terluka parah dan satu orang pingsan setelah dibubarkan secara paksa oleh ratusan anggota kepolisian Polres Sumbawa yang dilengkapi tameng, tongkat dan pentungan , saat unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa, Kamis (04/01/2107).

Awalnya unjuk rasa tersebut berjalan tertib dan damai, mereka berkumpul di taman pahlawan dan melakukan konvoi menuju ke kantor KPU Sumbawa. massa aksi menuntut agar pemilihan gubur NTB di ulang.

massa aksi meminta agar ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmad untuk menemui
mereka dan memberikan penjelasan mengenai tuntutan mereka. ketua KPU
pun menemui massa aksi dan menjelaskan apa yang menjadi keinginan dari massa aksi. massa pun memanas karena tidak puas dengan apa yang di jelaskan oleh ketua KPU Sumbawa, massa pun memaksa masuk ke Kantor KPU Sumbawa.

simulasi pengamanan pemilu 1 Kabar Sumbawamelihat massa mulai menagarah pada situasi tidak tertib, dimana massa sulit dikendalikan, mengabaikan himbauan petugas, mulai megeluarkan kata-kata ancaman, orasi sedah mulai bersifat provkatif dan sudah tidak dapat diajak beregosiasi.

Baca juga:  Tim Puma Polres Sumbawa Ringkus Pelaku Pencurian

sehingga komandan satuan Dalmas Awal menyiapkan pasukan Dalmas Awal mendekati objek unjuk rasa dengan membawa tali Dalmas. kemudian pasukan Dalmas Awal membentangkan tali Dalmas yang rupakan garis pembatas orasi.

walaupun demikian, pengunjuk rasa kian memanas dan mulai melempari petugas dengan kantong air menirat yang telah mereka saipkan. sehingga pasukan Dalmas Awal di ganti dengan Pasukan Dalmas Humanis.

untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Kasat Sabhara Polres Sumbawa berusaha menenangkan massa dengan memberikan himbauan kepada
pengunjuk rasa. namum massa aksi tidak menghiraukan hal tersebut, dengan terpaksa pihak kepoliasan Polres Sumbawa menembakkan gas air mata, dan salah seorang massa aksi jatuh pingsa. massa aksipun berhasil di bubarkan.

selang beberapa lama, ternyata masih ada beberapa orang massa yang masih belum puas atas unjuk rasa tersebut, merekapun melakukan pelemparan ke toko-toko dan kantor pemerintahan yang mereka lalui
sehingga menggau warga sekitar, dan sepontan wargapun melakukan perlawanan.

Baca juga:  7 Pemuda Diamankan Saat Hendak Pesta Narkoba

melihat situasi tersebut, Kapolres Sumbawa menurunkan Pasukan Ton
Anarkis untuk mengamankan situasi. karena massa tidak terkendali,
pasukan Ton Anarki pun melakukan penembakan sehingga mengakibatkan 1
terluka parah dan 1 orang meninggal dunia.

namun kejadian tersebut bukanlah sungguhan, melaikan simulasi latihan
lapangan dalam rangka pelaihan pengamanan pemilihan gubernur dan wakil
gubernur NTB tahun 2018.

Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo SIK MT., menjelaskan bahwa
simulasi tersebut merupakan kesiapan Polri khususnya di Jajaran Polres
Sumbawa dalam menangani kericuhan yang mungkin akan terjadi setelah
pemilihan Gubernur tahun 2018.
“karena instruksi dari Kapolri, agar Pilkada di seluruh Indonesia wajib berjalan dengan aman. maka untuk itu, kami jajaran dibawahnya langsung menjabarkan perintah tersebut untuk menyiapkan segala sesuatunya agar pilkada ini dapat berlangsung aman dan kondusif” ujarnya.

Kapolres juga mengihimbau kepada para calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB agar menyampaikan kepada para simpatisannya untuk melaporkan bila menurut mereka ada terjadi penyimpangan agar dapat diselsaikan secara prosedur dan hukum. (KS/aly)

Komentar