oleh

Terkait Tapal Batas, Bupati Sumbawa Tunggu Keputusan dan Hargai Komitmen

Tapal Batas 2 Kabar SumbawaSumbawa Besar,  kabarsumbawa.com – Penegasan batas wilayah Kabupaten Sumbawa (KS) dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) selaku daerah pemekaran masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat melalui Mendagri.

Bupati Sumbawa, HM. Husni Djibril, BSc. melalui kabag humas setda sumbawa Lutfi Maki rabu,  (3/1/18) mengatakan,  pemkab sumbawa tetap menunggu keputusan Mendagri selaku pihak yang berwenang dan tetap menghargai komitmen sesama pemerintah.

Bupati secara pribadi tidak punya kepentingan terkait batas yang dipermasalahkan. Tetapi selaku pemangku amanat yang menerima permasalahan ini di tengah perjalanan, Bupati Husni tetap komit pada peraturan perundang undangan yang berlaku. Hanya saja masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar tentang masalah ini.

Baca juga:  Tim Pemenangan Jokowi-Amin Di KSB, Targetkan 75% Suara

Dari kronologis perjalanan kasus ini, pernah Pemkab Sumbawa mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas Keputusan Gubernur NTB nomor 298 tahun 2009 tentang Penegasan Batas Wilayah Administrasi KS dan KSB, yang antara lain menetapkan Pulau Kalong masuk cakupan wilayah KSB. Akan tetapi kemudian gugatan itu tidak diterima oleh PTUN, dengan alasan pihak PTUN tidak berwenang menyidangkan masalah tersebut, karena Keputusan Gubernur NTB itu bukan merupakan keputusan final.

Jadi bukan soal kalah atau menang di PTUN, karena pihak PTUN memang belum masuk pada proses pemeriksaan obyek sengketa. PTUN hanya mengeluarkan Penetapan yang menyatakan gugatan Penggugat (KS) tidak diterima, dengan pertimbangan keputusan gubernur belum final. Terkait hal ini Kabupaten Sumbawa dan KSB telah bersepakat menunggu keputusan final dari Mendagri.

Baca juga:  Imigrasi NTB Tangguhkan 85 Paspor Calon TKI

Hal inilah yang perlu dipahami oleh semua pihak, sama sama menunggu dengan hati jernih, sehingga polemik batas wilayah KS dan KSB bisa berakhir dengan baik, tuntas dengan happy ending bagi semua pihak. (ks/adm)

Komentar