by

Bupati : Pemda Dukung KSB Jadi Kabupaten Layak Anak.

-Nasional-61 views

Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M menegaskan Pemerintah Daerah sangat mendukung Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dijelaskan Bupati, untuk menjadi Kabupaten/Kota Layak Anak ada 31 indikator yang harus dipenuhi. Dari 31 indikator tersebut kemudian tergabung dalam enam klaster utama, yakni pertama, kelembagaan, hak sipil kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kemudian kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan dan terakhir perlindungan khusus.

Secara umum indikator tersebut telah dipenuhi, bupati pun mencontohkan di KSB telah memiliki Lembaga Perlindungan Anak (LPA). Kemudian Pemda telah membangun taman dan panggung bermain bagi anak seperti taman Tiangnam. Penyediaan taman baca atau perpusataan keliling. Telah berdirinya PAUD Holistic Integratif, kemudian pemenuhan akta kelahiran di Disdukcapil dan banyak dukungan lainnya yang telah terpenuhi.

“Pemda sangat mendukung dan sudah mendukung dengan pemenuhan sejumlah indikator untuk menjadi KLA,” kata Bupati pada kegiatan Sosialisasi KSB menjadi Kabupaten Layak Anak di central/kediaman Bupati, Rabu pagi (13/12)

Bupati pun meminta kepada Dinas P2KBP3A (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) sebagai ujung tombak pemenuhan KSB sebagai KLA untuk memanfaatkan sarana yang telah ada untuk secara terus dan menyeluruh bekerjasama denganstakeholders mensukseskan KSB menjadi KLA.

Baca juga:  Hari Ketiga, Pelamar CPNS Kabupaten Sumbawa Didominasi Tenaga Guru

Dalam kesempatan ini, Bupati menguji dua orang Kepala Seksi di bawah Bidang P3A Dinas P2KBP3A untuk menyebutkan klaster dari 31 indikator KLA. Namun dua pejabat tersebut tidak mampu menyebutkan dan menjabarkan klaster indikator KLA. Bupati juga menanyakan kehadiran Kepala Bidang P3A Dinas P2KBP3A dan satu Kepala Seksi di bawahnya. Dua Kepala Seksi yang berdiri di samping Bupati saat memberikan sambutan itu pun menjawab, Kepala Bidang tengah memberikan sosialisasi di desa. Sementara satu Kepala Seksi sedang melaksanakan tugas dinas di Mataram.

Atas kejadian ini, Bupati pun memerintahkan kepada Sekda Kabupaten Sumbawa Barat, Abdul Azis, S.H., untuk menonjobkan Kepala Bidang P3A dan Kepala Seksi yang tidak hadir dalam kegiatan sosialisasi KLA ini. Bupati mengatakan, Kepala Bidang dan Kepala Seksi yang menangani masalah yang disosialisasikan ini justru tidak menghadiri kegiatan yang menjadi urusan di bidang dan seksinya. Kemudian dua Kepala Seksi lagi tidak menguasai tugas dan fungsinya. Padahal selaku pejabat harus mengetahui, peduli dan peka dengan tugas di bidang dan seksinya masing-masing.

‘’Pak Sekda, yang dua (Kabid P3A dan Kepala Seksi, Red) dinon jobkan sekarang juga, yang dua ini tolong dibina,” pinta Bupati.

Baca juga:  Ditinggal Parkir, Sepeda Motor Anggota TNI Raib

Plt. Kepala Dinas P2KBP3A, Muhammad Suharno, S.Sos dalam laporannya mengatakan, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan Dinas P2KBP3A untuk mendukung KSB menjadi KLA. Suharno menyebutkan kegiatan yang dilaksanakan aalah, pertama, sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini. Kedua pendampingan kepada keluarga. Ketiga pendampingan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan.

Kemudian, membangun kerjasama dengan stakeholders yang konsen dengan perempuan dan anak, seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Sumbawa Barat, Lembaga Perlindungan Anak dan lainnya. Pemahaman tugas dan fungsi keluarga dalam hal ini peran bapak dan ibu dalam mendidik anak dan berbagai kegiatan lainnya.(KS/yud)