oleh

Masyarakat Lingkar Selatan Tuntut Janji PT. SJR

Sweeping kendaraan pt sjr oleh amls
Aliansi Masyarakat Lingkar Selatan (AMLS) melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan milik PT. SJR, di KM 4 Simpangan Boak, Kecamatan Unter Iwes, Selasa (12/12).

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar Selatan (AMLS) melakukan aksi sweeping terhadap kendaraan milik PT. SJR, di KM 4 Simpangan Boak, Kecamatan Unter Iwes, Selasa (12/12). Dalam aksinya, AMLS menuntut jani PT. SJR terkait pemberdayaan masyarakat dan pengusaha lokal.

Dari pantauan Kabar Sumbawa, aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA. Dimana massa yang tiba di Simpangan Boak langsung melakukan pemblokiran jalan. Massa aksi juga melakukan sweaping terhadap truk truk yang melintas, guna mengecek barang bawaan menuju PT. SJR dan PAMA di wilayah Ropang. Massa juga melakukan konvoi di dalam Kota Sumbawa dan kembali lagi ke lokasi semula. Selama berjalannya aksi ini pun mendapat pengawalan dari aparat kepolisian

Baca juga:  Sumbawa Ikuti Pekan Produk Budaya Nusantara Expo Dan Forum 2016

Koordinator umum aksi, Yon Maryono dalam orasinya menyampaikan, PT SJR dan PAMA lebih cendrung memilih tenaga luar dari pada tenaga lokal. PT SJR dan PAMA telah melanggar janji yang sudah di sepakati dengan masyarakat. Atas hal ini pihaknya merasa didzolimi oleh PT SJR dan PAMA. Perusahaan tambang itu dinilai merekrut tenaga kerja dan sub kontraktor dari luar wilayah Sumbawa. Sehingga menyebabkan terjadinya kecemburuan sosial di tengah-tengah masyarakat.

‘’Kami tidak mau jadi pembantu di rumah kami sendiri. Naikan upah tenaga kerja lokal dan pekerja lokal jangan hanya di jadikan pekerja buruh kasar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga tidak menginginkan keberadaan PT. SJR dan PAMA jika membawa kesengsaraan bagi masyarakat. Pihaknya selaku masyarakat lingkar selatan merasa terluka atas tindakan yang dilakukan oleh PT. SJR dan PAMA. Karena itu, diminta kepada Bupati dan Kapolres Sumbawa agar segera menghentikan kegiatan eksplorasi perusahaan tersebut.

Baca juga:  Bupati Sumbawa Tegaskan Tidak Tolelir Penyimpangan

Kemudian apabila persoalan ini lambat dindahkan oleh pihak perusahaan, AMLS berencana untuk mendatangi dan menduduki camp PT. SJR di blok Pangulir, Kecamatan Ropang dan menghentikan aktivitas perusahaan itu.

“Kalau pihak perusahaan tidak cepat mengambil keputusan atas persoalan ini, kami akan datang ke camp pada 16 Desember mendatang,” jelasnya. Setelah menyampaikan aspirasi dan konvoi keliling kota Sumbawa, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dititik awal KM 4 Simpang Boak, sekitar pukul 13.20 Wita. (ks/adm)

ksbksb ksbksb