oleh

Keamanan WNI di Timur Tengah Dijamin KBRI

Khairil Anwar, Kabid Penta Kerja, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa
Khairil Anwar, Kabid Penta Kerja, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com, – Beberapa negara di timur tengah, saat ini sedang bersitegang. Namun pemerintah menjamin kemanan Warga Negara Indonesia (WNI) melalui Kedutaan Besar Republlik Indonesia (KBRI), di negara bersangkutan. Meski telah diberlakukan moratorium, namun tidak menutup kemungkinan masih ada WNI di timur tengah dengan tujuan melancong.

“Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia sudah ditutup. Yang pertama bagian timur tengah sudah tidak ada pengiriman TKI dari 2010 sampai hari ini. pemerintah Indonesia sudah menutup pengiriman  dari  indonesia  ke kawasan timur tengah, ada 19 negara,” kata Khairil Anwar, Kabid Penta Kerja, Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (16/11).

iklan

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan masih terdapat sisa TKI yang memperpanjang kontrak, dan berangkat secara illegal tapi tidak berstatus TKI. “Harus dibedakan ada warga Negara Indonesia yang bekerja tetapi tidak melalui mekanisme dan prosedur penempatan pengen pergi dan datang sendiri. Dia-kan punya hak, tetapi pemerintah tidak menginginkan warga Negara itu untuk bekerja diluar negeri, khususnya di timur tengah secara illegal karena sudah ditutup,” ujarnya.

Baca juga:  Drs Arif M. Si, "Sumbawa Darurat Narkoba"

Diungkapkan, jika WNI atau TKI telah memasuki negara tertentu maka itu tidak lagi menjadi tanggungjawab Disnakertrans, dan menajadi kewenangan dari KBRI. “Diatur prosedur dan sebagainya. begitu terbang masuk keluar negeri habis tugas kita itu baik itu penempatan, perlindungan, orang meninggal dan sebagainya itu karena keadaan dan sebagainya itu tugas yang dilindungi oleh kepala Negara melalui kementrian luar negeri. kementrian luar negeri ini juga dibantu oleh kementrian-kementrian lain, antara lain petugas-petugas yang ditugaskan disana,” ujarnya.

Ditegaskan, bagi WNI yang telah berada di Timteng baik sebagai TKI maupun pelancong dijamin kemananan dan keselamatannya oleh pemerintah melalui KBRI yang ada di negara masing-masing.  “Contoh Arab Saudi ada KBRInya, iran juga ada, secara otomatis dia yang bertanggung jawab karena memang tugas kementrian luar negeri itu menjamin semua warga negara Indonesia yang berangkat keluar negeri. contohnya sekarang  ada KBRI maka juga siap mengamankan kalau Negara yang tugas media harus mengecek apakah dia pelajar, TKI, pelancong dan sebagainya karena pintu masuknya itu pasti diketahui republik Indonesia atau KBRI yang ada di arab Saudi atau iran itu yang punya tugas atau bertanggung jawab,” jelasnya. (KS/Adm)

iklan