oleh

Pemda Sumbawa Tengah Hadapi Dua Kasus Hukum, Sengketa Aset Terbanyak 2017

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com, – Saat ini, dua kasus hukung sedang dihadapi oleh Pemda Sumbawa yakni gugatan kades poto atas pemberhentian yang berksangkutan, dan gugatan Pokja 13 ULP terkait pengadaan barang pembangunan Kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan Satu Pintu. Selama 2017, kasus paling mencolok atau terbanyak dihadapi yakni, sengketa asset Pemda Sumbawa.

“Sedang dalam proses kasus gugatan terkait pemberhentian kades poto. Ini sudah sampai pada kesimpulan. Setelah kesimpulan baru putusan,” kata I ketut Sumadha Artha Kabag hukum Setda Sumbawa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum`at (03/11).

Menurutnya, kasus lainnya yang sedang dihadapi yakni gugatan Pokja 13 ULP terkait proses pengadaan barang pembangunan kantor Dinas Penaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu. Kasusnya tersebut, saat ini telah sampai pada proses pembuktian.

Diungkapkan, belum lama ini juga, Pemda Sumbawa juga menghadapi kasus gugatan terhadap pemberhentian staf Desa Tepal sebagai pihak tergugat. “Saya lihat ada memang proses yang cacat dalam proses pemberhentian itu. Dan itu sekarang sudah putus, tergugat dinyatakan sebagai pihak yang kalah,” ujarnya.

Ditambahkan, dengan putusan tersebut, pengadilan membatalkan keputusan Kades Tepal terkait pemberhentian tersebut. Maka dengan putusan tersebut, perangkat desa yang diberhetikan dapat aktif kembali seperti sedia kala.

“Tapi sekarang saya dengan kades akan banding. Secara resmi memang belum mengajukan banding,” katanya.

Diungkapkan, selama 2017 kasus hukum paling mencolok atau terbanyak dihadapi Pemda Sumbawa yakni, kasus berkaitan dengan asset pemerintah daerah. sedangkan kasus kedua adalah, kasus yang berkaitan dengan pemerintahan desa.

“Berkaitan dengan asset daerah salah satunya, tanah SMA Negeri Alas,” katanya. (KS/Adm)

iklan