oleh

Dinas Pangan Gandeng Pihak Ketiga Dorong KRPL

Jpeg

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com, – Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa menggandeng pihak ketiga untuk mendorong Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Saat ini, meski belum diseluruh desa se-Kabupaten Sumbawa, namun beberapa desa diberbagai kecamatan mulai nampak imbas positif dari pemanfaatan pekarangan oleh masyarakat. Selain pemenuhan gizi anggota keluarga, misalnya dari sayur pekarangan, juga kelebihannya dapat dijual sebagai pendapatan.

“Sekarang mulai nampak, kaitan pemenuhan gizi dan income. Itu Manakala pekarangan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat,” kata Ir. Syirajuddin, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (31/10).

Menurutnya, Dinas Pangan tengah berkonsentrasi untuk mengembangkan pekarangan bagi 2221 kepala keluarga di 10 desa di 3 kecamatan. Yakni Kecamatan Lantung, Kecamatan Maronge dan Kecamatan Lopok.

Baca juga:  2020, UMK Sumbawa Diusulkan Sebesar Rp 2,2 Juta

Untuk mendorong, telah dilakukan kesepakatan melalui AIP-PRISMA Bersama pihak ketiga untuk membina tiga kecamatan tersebut. Diharapkan 10 desa, dapat menjadi pemantik atau merangsang masyarakat desa lainnya, untuk memanfaatkan pekarangan.

“Nanti pihak ketiga sediakan bibit. Sekaligus sediakan tenaga penyuluh dan tim pendampingan oleh tim agronominya. Hingga program ini selesai,” ujarnya, juga mengatakan, bagi 10 desa diharapkan menyediakan lokasi dan pupuk kompos sebagai bentuk sharing. Sedangkan polybag disediakan Dinas Pangan melalui APBD-P 2017.

Diungkapkan, setelah lakukan evaluasi disimpulkan, KRPL kesulitan berkembang karena persoalan keterbatasan benih. “Kalau ada proyek terus hilang. Ternyata karena keterbatasan benih. Prisma disini sebagai fasilitator program kerjasama,” katanya.

Baca juga:  Minimalisir Kasus TKI, PL Disidik Jari

Ia berharap, program ini dapat berlanjut untuk lokasi atau desa lain di Kabupaten Sumbawa. “Mudah-mudahan dengan kemitraan untuk 10 desa didukung oleh desa, kecamatan hingga kabupaten. Hingga bisa berlanjut untuk desa lain. Ini tolok ukur, kalau ini sukses. Maka ini akan berjalan terus,” tegasnya.

Seperti diketahui, AIP-PRISMA atau Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Income through Support for Markets in Agriculture,  merupakan kemitraan pemerintah Australia – Indonesia untuk Peningkatan Pendapatan melalui Dukungan Pasar Pertanan. Program tersebut merupakan program jangka panjang dan bagian dari strategi jangka menengah Pemerintah Indonesia untuk menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia. (KS/Adm)

ksbksb ksbksb