oleh

Peringati HUT Korpri ke-46, KORPRI Gelar Sosilisasi Bahaya Narkoba dan HIV/Aids

hut korpri dan sosialisasi narkobaSumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Memperingati HUT Korpri ke-46, Korps Pegawai Republik Indonesia melaksanakan acara Sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS bagi Pegawai Negeri Sipil se-Kabupaten Sumbawa. kegiatan tersebut diselenggarakan Kamis (12/10) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Sumbawa, Pimpinan OPD, Camat se Kabupaten Sumbawa.

Bupati Sumbawa dalam sambutan tertulis, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi, dalam pembukaan mengatakan, saat ini penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya sedang marak terjadi di Kabupaten Sumbawa, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena narkoba sudah menjangkiti kalangan remaja hingga anak-anak SD.

iklan kampanye

Hal yang paling mengkhawatirkan, adalah kemungkinan melonjaknya infeksi HIV/AIDS di kalangan pecandu narkoba, sebab narkoba dan HIV/AIDS merupakan sesuatu hal yang saling terkait. Sebab, mengkonsumsi narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut lebih cenderung berperan dalam penularan HIV, contohnya melalui suntikan.

Disamping itu, seseorang yang berada di bawah pengaruh narkoba juga cenderung melakukan perilaku berisiko, seperti melakukan seks bebas tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi dan berbagi obat atau alat suntik dengan orang yang memiliki HIV.

Baca juga:  Seorang Kades Terpilih Tidak Dilantik ?

Menurutnya, perkembangan kejahatan narkotika dewasa ini merupakan kejahatan yang terorganisir dengan jaringan bertaraf internasional, regional, nasional bahkan hingga lokal yang semakin meningkat  kuantitasnya. Hal tersebut berdampak pada tingginya angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Tidak hanya secara nasional, peredaran gelap narkotika seperti shabu, heroin, morfin, dan ganja juga terjadi di Kabupaten Sumbawa, dan disinyalir terus meningkat jumlahnya. Tahun 2016 sumbawa telah masuk dalam zona merah dan berada pada peringkat dua di NTB untuk peredaran narkoba.

“Dengan peningkatan kualitas moral dan mental kita dan juga keluarga kita, Insya Allah kita semua akan terhindar dari bahaya narkoba maupun HIV/AIDS. Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih kepada Korpri Kabupaten Sumbawa yang telah berinisiatif menyelenggarakan Sosialisasi Anti Narkoba di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Karena peredaran narkotika sudah sangat merajalela dan menyasar berbagai kalangan, serta dalam menjalankan aksinya pun para pengedar menggunakan berbagai macam cara, sehingga kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan dalam menangkal peredaran gelap narkotika dan pemutusan jaringan sindikat di daerah ini,” ujar Bupati.

Baca juga:  Ini Klarifikasi Pemda KSB Terkait Gambar Lambang Dajjal Di Pembukaan MTQ Kabupaten

Bupati juga mengajak seluruh ASN, bersama BNN Kabupaten Sumbawa menjadi agen dan bahu membahu memerangi peredaran gelap narkotika di Tana Samawa. Antara lain, dengan menghimbau masyarakat jika mengetahui informasi seseorang yang mengalami kecanduan narkoba agar segera dilaporkan ke institusi terkait untuk dilakukan tindakan rehabilitasi.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pengurus Korpri selaku Ketua Penyelenggara kegiatan, Nurhinsyah, S.IP.,M.Si. dalam laporannya menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan edukasi kepada PNS akan pentingnya pengetahuan tentang bahaya narkoba.

Dengan adanya sosialisasi tersebut juga diharapkan agar Pegawai Negeri Sipil dapat menjadi pelopor pencegahan narkoba dan HIV/AIDS minimal di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, Aparatur Sipil Negara diharapkan untuk ikut aktif membantu aparat penegak hukum terutama BNN dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Peserta dalam kegiatan tersebut berjumlah 170 orang yang terdiri dari 2 (dua) orang perwakilan masing-masing OPD dan kecamatan, dan narasumber dari BNN Kabupaten Sumbawa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. (ks/adm)