oleh

Ada Kelemahan dan Kritikan FPM…, Itu Agar Lebih Baik

Ir. Junaidi, MSi. Kadisporabudpar
Ir. Junaidi, MSi.
Kadis Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Pengelaran Festival Pesona Moyo (FPM) 2017 usai digelar. Selama pegelaran tersebut, banyak kritikan yang terlontar dari berbagai pihak terhadap kegiatan tersebut. Kritikan terebut merupakan masukan untuk menjadikan kegiatan yang sama lebih baik tahun mendatang.

“Tidak bisa dipungkiri masih ada kelemahan, banyak kritikan. Itu jadi bahan evaluasi sehingga tahun depan harus lebih baik,” kata Ir. Junaidi, Kepala Dinas Pemuda O

lahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (12/10).

Ia mengakui, selama kegiatan tersebut terhadap kelemahan, misalnya keterlambatan laju informasi yang diberikan karena adanya pergeseran kegiatan dari jadual yang ditetapkan semula. “Terima kasih atas kritikan dan masukan. Juga kepada semua pihak yang telah mendukung termasuk awak media,” ujarnya.

Baca juga:  Bappenda Gandeng Kompak Gelar Bimtek Aplikasi Krisna Pengusulan Proposal DAK 2020

Dijelaskan, saat ini tengah dilakukan penyusunan laporan kegiatan FPM. Laporan tersebut juga akan disampaikan ke provinsi dan pusat. Sebab, dalam kegiatan tersebut juga terlibat pemerintah pusat, terlebih pemerintah provinsi yang menggelontorkan anggaran yang cukup besar.

Setelah itu, akan dilakukan evaluasi baik ditingkat kabupaten, provinsi dan nasional. “FPM ini sedang dinilai oleh pempov, penilaian pusat juga. Karena FPM ingin dijadikan sebagai salah satu festival agenda nasional selain Festival Tambora, Bau Nyale dan Festival Ramadhan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan FPM akan difokuskan di sekitar Pulau Moyo. Sedangkan agenda lainnya yang terfokus di daerah, menyesuaikan dengan potensi pariwisata adat dan budaya masing-masing. Dan setiap destinasy akan disertakan dengan atraksi yang menguatkan destinasy tersebut. (ks/adm)