oleh

Wagub NTB : Industri Pariwisata NTB Tumbuh Signifikan

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Wakil Gubernur Provinsi NTB, Muh.Amin,Sh., menegaskan, meskipun sektor pariwisata masih berkontribusi kecil terhadap Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) NTB, namun sektor pariwisata tumbung sangat signifikan. Dan Festival Pesona Moyo harus disambut Karena sebagai eksplor potensi wisata yang dimilik.

“Bupati telah memberikan semangat jajarannya, sekaligus meneguhkan komitmennya sebagai seorang kepala daerah untuk memajukan sektor pariwisata. memang sektor pariwisata walaupun masih kecil dalam memberikan sumbangan kontribusi pada PDRB, tapi itu telah tumbuh sangat signifikan 21,49 pesen industri pariwisata kita tumbuh di NTB. ini ahrus kita sambut karena memberikan peluang untuk kita senantiasa mengeksplore semua potensi yang kita miliki,” katanya.

Dijelaskan, PDRB dari bidang pertanian menymbang 27 persen, menyusul jasa, perdagangan dan industri. Tetapi semua sektor diharapkan memberikan dukungan kepada pengembangan sektor pariwisata.

“Berbagai infrastruktur kita bangun, infrastruktur dasar, apakah itu jalan, pelabuhan, air bersih, kemudian kelistrikan. Ini penting karena begitu industri dasar ini kita bangun, maka akan tumbuh kawasan-kawasan yangg akan memberikan pertumbuhan ekonomi baru disuatu daerah. Tentu hal ini meneguhkan komitmen kita bersama, baik pempus, provinsi ataupun kabuapen/ktoa di provinsi NTB,” ungkapnya.

Untuk itu, kreatifitas, inovasi terus dilakukan. Sebab saat komoditas kita yang strategis seperti migas menurun, maka indusstri pariwisata tumbuh luar biasa. “Target kita 3,5 juta kedatangan wisatawan, kalau itu tercapai maka 10 persen dari target nasional 19 juta, 1,5 juta untuk wisatawan asing disumbangkan oleh provinsi NTB termasuk oleh kabupaten sumbawa. jadi kalau target kita 3,5 juta, dengan berimbang dimana domestik 2 juta dan mancanegara 1,5 juta, maka kita sduah 3,5 juta,” ungkapnya.

Baca juga:  Pilkades Ledang, “Rambo” Laporkan Indikasi Kecurangan

Untuk mencapai target tersebut, perlu kerjsama dan koordinasi semua pihak, termasuk dukungan anggaran untuk melakukan promosi. Sebab, promosi pariwisata sangat penting untuk mendatang wisatawan dan mengangkat geliat sektor pariwisata.

“Ini perlu kerja keras kita semua, jangan takut atau ragu untuk menganggarkan, misalnya promosi, itu penting. Kita punya potensi, tapi kalalu tidak kita promosi maka tidak ada yang mengetahui kalau suatu daerah punya poteni kekayaan alam, keindahan alam, tradisi, budaya. ini juga harus beda. Kalau sama saja suatu dareah di kabuapten/kota, maka ini sangat tidak menarik, maka harus beda antara kabuapten/kota terutama di destinasi-destinasi yang kita perkuat dengan infrastrukturnya. Inilah yang membuat menarik,” ujarnya, juga menambahkan, apapun judulnya festival dan tema dari pegelaran, yang terpenting adalah komitmen untuk menyukseskan pegelaran tersebut.

Ditegaskan, seluruh pimpinan daerah tidak ragu mengambil kebijakan yang pro terhadap kegiatan sektor pariwisata, misalnya wisata MICE, hotel, restaurant, meeting. “Temu disitu adalah temu investasi, bisnis, akan berkembang dengan sendirinya. Karna itu haruslah welcome terhadap berbagai investasi, terutama industri pariwisata ini. karena multyplier effectnya signifikan telah meningkatkan pendapatan masyarakat kita, sekaligus juga tentu memberikan peluang untuk menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” jelasnya.

Baca juga:  “Suar Teja Raboran” Semarakkan Festival Pesona Moyo di Moyo Hulu

Dijelaskan, Indonesia saat ini, telah menempati urutan sedang bahkan ada potensi yang luar biasa menurut reserch yang dilakukan oleh badan-badan dunia yangg independent. Dan Indonesia akan masuk dalam lima negara yang berkekuatan ekonomi raksasa pada tahun 2030.

Saat ini, Indonesia berada di urutan lima. Kemudian dengan paket kebijakan ekonomi yang telah dikelaurkan pemerintah pusat dalam hal ini presiden melalui perpres paket kebijakan ekonomi ke-16, telah memberikan kemudahan dalam berusaha ataupun perizinan-perizinan.

Kebijakan pemerintah pusat tersebut, sangat penting dan musti ditindaklanjuti oleh daerah-dareah dengan menerapkan kebijakan yang meringankan bagi para investor. Bukan saja meringankan, bahkan membebaskan beban-beban yang wajib disetorkan oleh investor. “Ini karena kita meningkatkan daya saing daerah. Karean daerah-daerah lain juga demikian, harusa ada aturan untuk menidnaklanjuti paket-paket kebijakan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu imbuhnya, saat ini Indonesia juga menduduki peringkat pertama didunia dalam hal tingkat partisipasi dan kepatuhan masyarakat terhadap pemerintah, dengan point 80. “Itu sangat tinggi di indonesia, termasuk kita di sumbawa, dan di NTB. ini potensi. Karena kalau sudah patuh rakyat kita, welcome, maka perlu kebijakan, pasti akan sangat mudah kita laksnakan,” terangnya.

Diungkapkan, pertumbuhan ekonomi NTB juga diberikan kontribusi oleh seluruh kabuapten/kota di semester pertama tahun 2017, 5,89 persen, ini peluang luar biasa. Tahun 2016 7,14 persen, ditopang oleh pertumbuhan pertanian dan pertambangan. (ks/adm)

ksbksb ksbksb