oleh

Temu Usaha, Upaya Tingkatkan Daya Saing Produk UMKM

MICE bupati sumbawa
Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Guna meningkatkan nilai tambah daerah dan daya saing produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindusterian dan Perdagangan Sumbawa menggelar kegiatan Temu Usaha. Kegiatan yang merupakan bagian dari Festival Pesona Moyo ini dilaksanakan di Aula Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Senin (11/9).

Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc mengatakan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam  pembangunan  ekonomi  nasional. Sebab, selain memberi kontribusi  terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, juga dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. “Pengembangan sektor UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial. Namun memerlukan pendekatan yang komprehensif dan  simultan  dari seluruh unsur,” katanya dalam pembukaan kegiatan Temu Usaha tersebut.

Dijelaskan, secara umum UMKM masih memiliki sejumlah kendala dalam pengembangannya. Di era Asean Economic Community (AEC) ini, UMKM dituntut untuk mampu bersaing. Sebab negara kita merupakan pasar yang besar yang diperebutkan oleh seluruh pelaku usaha di kawasan ASEAN.

Baca juga:  Ratusan Hektare Tanaman Padi Terancam Kekeringan

Menurut bupati, pertama yang dirasa urgent untuk dibenahi adalah bagaimana membangun semangat inovasi dan kreativitas. Sebab inovasi merupakan kunci utama memenangkan persaingan. Kreativitas dan inovasi  akan meningkatkan  daya  saing UMKM  yang mampu menekan  biaya  produksi serendah  mungkin.

Karena itu, dengan diadakannya temu usaha ini diharapkan dapat menjadi wahana pembelajaran bagi para pelaku UMKM. Agar pelaku UMKM mengetahui cara membangun  kreativitas  dan  inovasi. Sehingga menciptakan  keunggulan  produk yang berkelanjutan.

Ia berharap agar pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Sebab jika para pelaku UMKM tidak siap dan kurang memiliki daya saing maka daerah ini akan dibanjiri barang-barang impor. Sehingga industri rumah tangga di daerah ini tidak mampu bersaing dan tidak memiliki pasar. Karena itu, para pelaku UMKM diarahkan untuk mampu membangun usahanya menjadi lebih baik. Sehingga mampu bertahan di tengah era pasar bebas.

Baca juga:  Hendak Transaksi Narkoba, AD Di Sergap Polisi

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, sekaligus Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindusterian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Arif, M.Si memaparkan, tema Temu Usaha adalah “Dengan Kerja Bersama Meningkatklan Nilai Tambah Produk Daerah”. Tujuannya untuk mengembangkan industrialisasi komoditi agro pemasaran. Juga untuk meningkatkan daya saing komoditi unggulan daerah. Serta meningkatkan produktifitas UMKM. Kegiatan ini juga bertujuan agar terjadinya kemitraan usaha, meningkatkan investasi di daerah, tercipta lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

“Kegiatan Temu Usaha diikuti 200 orang perserta. Terdiri dari para pelaku dan gerakan dari UMKM, koperasi, kelompok tani, gapoktan, kelompok tani terbaik, kelompok ternak, BUMD, perbankan dan pihak terkait lainnya,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber kegiatan, yakni Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Perindustrian NTB  dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindusterian dan Perdagangan Sumbawa. (KS/adm)