oleh

Raih Hibah PPT DIKTI, FKIP UNSA Gelar Loka Karya Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah

Lokakarya hibah diktiSumbawa Besar,  Kabar Sumbawa – Setelah berhasil meraih Hibah PPT DIKTI, tim peneliti FKIP UNSA melaksanakan loka karya Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah. Kegiataan loka karya Hibah Penelitian Produk Terapan ini dilaksanakan pada Rabu,30 /08/2017 di ruang Laboratorium Micro Teaching FKIP Universitas Samawa yang diikuti oleh perwakilan beberapa unsur praktisi dan akademisi di kabupaten sumbawa.

Dekan FKIP UNSA Dr. (Cand) Suharli,M.Pd dalam sambuatannya menyampaikan bahwa lokakarya ini sebagai salah satu proses capaian yang dilaksanakan oleh TIM Peneliti FKIP Universitas Samawa yang terdiri dari Rini Quratul Aini, M.Pd, Riadi Suhendra, M.Pd., Dr (Cand) M.Iksan, M.Pd., Dr. (Cand) Adnan, M.Pd., dan Sri Sugiarto, M.Pd dalam meraih hibah penelitian produk terapan dikti 2017. Dikatakan Li, sapaan akrab dekan FKIP bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjadi tawaran solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para praktisi maupun akademisi dalam menulis ilmiah. Selain itu dengan loka karya dan hasil dari produk terapan ini nantinya akan mampu meningkatkan kualitas menulis ilmiah bagi dosen, guru bahkan mahasiswa.

Baca juga:  Fosfat Alam Dongkrak Produksi Jagung di Lahan Masam

Peserta Lokakarya hibah diktiSenada dengan yang disampaikan oleh Dekan FKIP, salah satu anggota TIM Peneliti Dr (cand) Adnan, M.Pd menyampaikan bahwa dengan produk Model pembelajaran menulis karya ilmiah menjadi tawaran untuk menyelesaikan berbagai permasalahan mahasiswa dalam menulis mengingat kemampuan menulis pada siswa masih rendah karena dipengaruhi oleh factor eksternal maupun internal.

adapun hambatan internal yang dimaksud diantaranya berupa tidak adanya bakat, kurangnya motivasi, sifat malas dan tidak percaya diri, kesulitan untuk memulai dan tidak fokus, wawasan yang sempit akibat dari kurang membaca, serta kendala kebahasaan. Sedangkan untuk hambatan eksternalnya meliputi, tidak adanya kebiasaan menulis ejak dini, kurangnya motivasi dari lingkungan belajar, pembelajaran lebih banyak pada tataran konsep, terbatasnya wadah penulisan karya ilmiah, kurangnya apresiasi civitas akademik terhadap karya mahasiswa, kurikulum yang masih belum menyeluruh penyampaiannya, tidak tersedianya waktu khusus serta kurangnya dukungan finansial.

Baca juga:  Pemamfaatan Air Limbah Solusi Lingkungan Sehat Ibu PKK Desa Poto

Adnan juga menyampaikan dengan adanya hasil produk terapan berupa buku model pembelajaran menulis karya ilmiah sebagai salah satu bahan bacaan, dapat digunakan oleh para praktisi dan akademisi untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang model pembelajaran menulis, terutama pembelajaran menulis ilmiah. (ks/adm)

News Feed