oleh

Kontraktor Bronjong Fiktif Desa Mura Ditahan Jaksa

tersangka brongjong fiktif
AG, Direktur CV Negara Gapura,
ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan Negeri Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – AG, Direktur CV Negara Gapura, itetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan Negeri Sumbawa terkait kasus pengadaan bronjong pengaman kubur di Desa Mura, Brang Ene, Sumbawa Barat.

Setelah melalui pemerikasaan dan penetapan sebagai tersengka, Selasa, (15/08/17), akhirnya penyidik pidana khusus Kejari Sumbawa, menahan Direktur CV Negara Gapura itu. Penahanan tersangka selama 20 hari ke depan.

AG yang sejak pukul 9 pagi menjalani pemeriksaan sebagai saksi yang langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Penetapan AG sebagai tersangka juga dikuatkan dengan alat bukti, keterangan para saksi dan fakta lapangan yang memang tidak mengerjakan pembangunan bronjong di lokasi yang semestinya dibangun bronjong.

Baca juga:  Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Demo Polres dan Diknas

Proyek pembangunan bronjong fiktif tersebut berasal dari APBD Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2016 dengan nilai proyek Rp.92.800.000. Hanya saja pencairan anggaran dilakukan 100% tapi realisasi pekerjaan 0%.

Sebelum ditahan, AG, telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis RSUD Sumbawa. Sedikitnya ada 3 orang petugas medis yang memeriksa kesehatan AG, 2 orang perawat dan 1 orang dokter.

Terkait penahanan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Paryono, SH.,MH., menjelaskan bahwa pihaknya sengaja mempercepat perkara ini sesuai target di seksk Pidsus. Penahanan AG memang berawal dari pemeriksaan sebagai saksi lalu menjadi tersangka. Alasan lain, AG tidak kooperatif dua kali diundang untuk dimintai keterangannya. Mengenai akan adanya tersangka baru dalam kasus ini, Kajari tidak menampik

Baca juga:  Inspektorat Temukan Data Honorer k2 Rekayasa

“Kemungkinannya tetap ada. Apakah dari Dinas PU dan DPKAD yang mencairkan anggaran karena ada kerjasamanya. Kami terus mendalami keterkaitan antar mereka,” papar Kajari Sumbawa. (KS/aly)

ksbksb ksbksb