oleh

Husni Djibril Kukuhkan 52 Anggota Paskibraka Sumbawa Tahun 2017

pengukuhan paskibraka sumbawa tahun 2017Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibri, B.Sc Mengukuhkan 52 orang Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sumbawa Tahun 2017 pada Selasa (15/8/2017) bertempat di Aula Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan pengukuhan paskibraka ini juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa Hj. Amien Rahmany Husni Djibril, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Dandim 1607 Sumbawa beserta ibu, Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Wakapolres Sumbawa, Assiten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Kepala OPD Lingkup Kabupaten Sumbawa, Pelatih Paskibraka termasuk Purna Paskibraka Kabupaten Sumbawa serta para keluarga dari anggota paskibraka yang dikukuhkan.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyatakan merah putih tak akan dapat berkibar tanpa peran petugas pengibarnya. Bahkan di saat bendera pusaka pertama dinaikkan di rumah soekarno, jalan pengangsaan timur 56, jakarta, bendera dinaikkan pada tiang bambu oleh petugas pengibar bendera yang dipimpin oleh kapten latief hendraningrat. Bendera tersebut dikibarkan setelah presiden pertama kita bapak soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan indonesia. Setelah dinaikkan, lagu “Indonesia Raya” kemudian dinyanyikan secara bersama-sama.

Saat memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke-1 Presiden Soekarno memerintahkan salah satu ajudannya, mayor (laut) husein mutahar, untuk menyiapkan pengibaran bendera pusaka di halaman istana gedung agung yogyakarta. Pada saat itulah, di benak mutahar terlintas suatu gagasan bahwa sebaiknya pengibaran bendera pusaka dilakukan oleh para pemuda dari seluruh penjuru tanah air, karena mereka adalah generasi penerus perjuangan bangsa yang bertugas. Tetapi, karena gagasan itu tidak mungkin terlaksana, maka mutahar hanya bisa menghadirkan lima orang pemuda (3 putra dan 2 putri) yang berasal dari berbagai daerah dan kebertulan sedang berada di Yogyakarta. Lima orang tersebut melambangkan Pancasila. Sejak itu, sampai tahun 1949, Pengibaran Bendera di Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan cara yang sama.

Baca juga:  Inspektorat Turunkan Tim Dampingi Desa Ajar Prosedur Pengunaan ADD

“Sepenggal sejarah kemerdekaan RI yang saya sampaikan tadi tidak lain untuk menggambarkan bahwa begitu penting dan sakralnya tugas dari anak-anakku sekalian anggota paskibraka. Dan tugas pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ini akan lebih bermakna apabila kita pandai mengambil hikmah dari kemerdekaan itu sendiri, sehingga kita dapat melestarikan dan menanamkan nilai-nilai perjuangan yang telah melahirkan proklamasi kemerdekaan, terutama kepada generasi muda sebagai ahli waris dan sekaligus pewaris perjuangan kepada generasi berikutnya,” ujar Haji Husni.

Selanjutnya Bupati Sumbawa menyatakan “Dalam rangka itu pula, maka hari ini kita menyaksikan pengukuhan anak-anak kita, putra putri terbaik di tana’ samawa yang mendapat kepercayaan dan kehormatan sebagai barisan generasi muda pengibar bendera merah putih pada puncak peringatan detik-detik proklamasi dan pada upacara penurunan bendera, Kamis 17 Agustus 2017. Peristiwa ini tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi anak-anak kita. Kebanggaan itu kita harapkan seiring dan sejalan dengan tumbuhnya semangat patriotisme, rasa nasionalisme, serta rasa persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa yang utuh dari Sabang sampai Merauke. Untuk itu, kepada anak-anakku semua yang mendapat kepercayaan dan kehormatan mengemban tugas mulia ini, saya ucapkan selamat, disertai harapan agar dapat melaksanakan amanah tersebut dengan tanggung jawab yang tinggi dan penuh rasa penghormatan. Semoga momentum HUT ke-72 Proklamasi kemerdekaan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, yang kemudian secara bersama-sama dan bahu-membahu menata bangsa dan negara ini menuju masa depan yang lebih baik, sebagaimana tema HUT Proklamasi kita tahun ini “indonesia kerja bersama”. Mari kita mantapkan diri kita menjadi manusia Sumbawa yang berdaya saing, mandiri  dan berkepribadian menuju Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat untuk Masa Depan Bangsa yang Lebih Baik,” harapnya.

Baca juga:  Warga Minta Proyek Jalan Lantung-Ropang Dikerjakan Serius

Sebelumnya, Salahuddin M.A, SH selaku ketua panitia menyatakan bahwa persiapan paskibraka telah dimulai dari Bulan Januari 2017 dengan melakukan seleksi langsung turun ke beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa antara lain Kecamatan Unter Iwes, Kecamatan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kecamatan Rhee, Kecamatan Utan, Kecamatan Moyo Hilir, Kecamatan Moyo Hulu Kecamatan Lopok dan Kecamatan Lape. Dari 371 peserta yang mengikuti seleksi pada akhirnya ditetapkan 52 pelajar terbaik yang terdiri dari 26 orang putra dan 26 orang putri sesuai kebutuhan formasi barisan yang telah ditetapkan Kabupaten Sumbawa bahwa pasukan pengibar terpisah dengan penurun bendera yang telah melakukan proses latihan persiapan sejak tanggal 26 Juli sampai dengan 14 agustus 2017.  Pada saat yang sama hari ini juga ditingkat provinsi ada 3 (tiga) orang peserta dari Kabupaten Sumbawa yang menjadi paskibraka Provinsi Nusa Tenggara Barat. (KS/adm)

ksbksb ksbksb