oleh

Syukri Rahmat : Ini Bencana, Mari Sama – sama Menjaga Aset Sejarah

Syukri Rahmad, S.Ag
Syukri Rahmad, S.Ag
Sekretaris LATS Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com –
Musibah kebakaran yang menimpa Wisma daerah Sumbawa, sebagai salah satu situs sejarah mengundang keperihatinan dari berbagai kalangan, terlebih dari kalangan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Kabupaten sumbawa.
Sekretaris Majelis Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Syukri Rahmat, S. Ag mengaku prihatin atas kejadian ini, sebab Wisma Daerah atau BALA PUTIH merupakan bangunan bersejarah Sumbawa. Dimana bangunan yang menjadi salah satu ikon Sumbawa dan diresmikan pada tahun 1932 pada masa Sultan Muhammad kaharuddin III, yang juga menjadi mas kawin pernikahan agung-nya dengan putri Khadijah Ruma Ante yang merupakan putri dari Sultan Muhammad Salahuddin – Bima, makanya bangunan Wisma tersebut persis seperti wisma di Bima. “seluruh kita masyarakat Sumbawa, Tau Samawa, menjadi sangat prihatin, Kita kehilangan satu bangunan bersejarah. Terlebih baru-baru ini Sumbawa ditetapkan menjadi salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka,” ungkap Syukri yang terbatah – batah tidak dapat membendung kesedihannya.
Dengan raut wajah yang tak dapat membendung kesedihan, sesekali mengeluarkan air mata melihat kondisi Wisma daerah yang terbakar, Syukri mengajak seluruh Tau Samawa baik pemerintah maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga bangunan bersejarah yang ada di Sumbawa dengan Tulus Ikhlas. Karena selain Wisma Daerah Sumbawa masih memiliki bangunan bersejarah lainnya seperti Istana Dalam Loka, Bala Kuning, Bala Datu Ranga di Kelurahan Pekat, Bala Dea Busing di Lape, termasuk Bala Dea Imam di Empang. Kejadian ini merupakan bencana, saya kira seluruh kita manusia yang beriman tentu tidak bisa mengelak. Tentu ada sesuatu yang mungkin telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Tetapi dibalik itu harus ada upaya konkrit kita semua secara bersamaan untuk menjaga Sehingga kejadian seperti ini bisa kita hindari. “Sekali lagi, kita semua berduka, bersedih. Kemudian harapan yang terakhir kita bertaubatlah, siapa tahu banyak dosa. Semuanya mari kita mohon ampun. Siapa tahu ada hal yang kurang beres pada diri kita masing-masing. Ini peringatan dari Allah SWT, Karena rencana tidak bisa kita hindari,” ajaknya.
Secara terpisah, Kabag Humas Setda Sumbawa, M. Lutfi Makki yang ditemui di Pendopo menyatakan belum bisa membicarakan bagaimana upaya yang akan dilakukan kedepannya. Pihaknya akan focus terlebih dahulu melihat penyebab dari musibah yang baru saja terjadi. Saat ini penyebab kejadian belum bisa dipastikan, nantinya akan diselidiki. Termasuk kerugian yang disebabkan juga akan dihitung. “Yang bisa kami pastikan di dalam Wisma ini tidak ada kegiatan masak-memasak. Tidak ada kompor, sehingga kami pun belum bisa memastikan apa penyebabnya. Malam sebelum kejadian, di Wisma tersebut pihaknya masih menjamu rombongan Ketua MPR dan Wakil Ketua DPR RI, namun tidak ada aktifitas masak-memasak yang dilakukan, Bahkan dalam kegiatan seremonial penerimaan tamu tidak ada hal-hal yang mencurigakan. “sebelum kejadian kebakaran, kondisi listrik sempat padam nyala di wilayah kota sumbawa termasuk di wisma. Apakah ada kaitannya dengan Byarpet? Kami belum bisa memastikan”, tandas Kabag Humas. (Gaz)

iklan bkbpp

News Feed