Mengenal Sejarah Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa

274
Depan Masjid Jami Sumbawa
Masjid Agung Nurul Huda Kabupaten Sumbawa

Mesjid Agung Nurul Huda Dulu Bernama Masjid Makam

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Mesjid Agung Nurul Huda yang berlokasi di pusat Kota Sumbawa Besar, bersebelahan dengan Istana Kesultanan Sumbawa, Istana Tua “Dalam Loka”, dulu merupakan Mesjid Kesultanan Sumbawa. Mesjid yang saat ini berdiri di lingkungan istana tua tersebut merupakan hasil pemugaran, sebab sebelumnya telah ada mesjid tua yang bernama Mesjid jami atau Mesjid Makam.

Sekretaris Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) Sumbawa, Syukri Rahmad Sag kepada Kabar Sumbawa, mengungkapkan bahwa setiap Sultan Sumbawa yang memerintah, masing – masing memiliki inovasi yang menyangkut dengan kemaslahatan umat, dalam hal ini kemaslahatan TAU KE TANA SAMAWA, sehingga mesjid dipandang menjadi salah satu kebutuhan pokok umat islam pada masa kesultanan, sekaligus menjadi simbol umat islam. Karena itu, mesjid yang berada di Kesultanan Sumbawa tersebut, telah berdiri sejak tahun 1648 silam seiring dengan berdirinya kesultanan sumbawa. “walaupun dalam bentuk relatif sederhana, hanya saja telah kehilangan dokumen, salah satu penyebabnya pasca meletusnya tambora tahun 1885 silam. Mimbar mesjid yang masih tersisa tertulis 1299 H / 1878 M yang saat ini masih ada di Museum Daerah”, ungkap Syukri.

 

Masjid Agung Nurul Huda Kabupaten Sumbawa
Masjid Agung Nurul Huda Kabupaten Sumbawa

Lebih lanjut dipaparkan Syukri, pada masa Sultan Sumbawa yakni Dewa Mas Pamayam yang juga disebut Mas Cini (1648 – 1668) sudah ada mesjid di lingkungan Kesultanan, meskipun bentuknya sederhana. Ajaran islam mulai kuat di sumbawa yakni pada masa Harun Al-Rasyid I (1675 – 1702), di lokasi tersebut ada Makam sehingga dinamakan “Mesjid Makam”. Hal ini dibuktikan dengan adanya dua sultan sumbawa yang dimakamkan di lokasi mesjid Jami tersebut, yakni makan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III (1883 – 1931) bersama permaisurinya, dan Makam Sultan Muhammad Kaharuddin III (1931 – 1958) bersama permaisurinya. “lokasi Kesultanan Sumbawa tersebut ada Makam, Mesjid, dan Istana Dalam Loka yang berada dalam satu lingkungan”, papar Syukri.

Menurutnya, pada tahun 1931 Mesjid Makam sempat dilakukan rehab rehab kecil, namun yang terlihat sekarang ini sudah dilakukan rehab total yakni pada masa pemerintahan Yakub Koeswara selaku bupati sumbawa (1989 – 1999), mesjid lama dirobohkan dan dibangun mesjid baru, yang sekarang ini diberi nama Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa, tandas Syukri. (KS/adm)

BAGIKAN