oleh

Calon TKI Labangka Terindikasi Jadi Korban Perdagangan Orang

Salma (24) calon TKI asal Kecamatan Labangka

Sumbawa Besar– Salma (24) calon TKI asal Kecamatan Labangka, terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Salma diamankan pihak keamanan bandara Internasional Lombok (BIL) setelah dilaporkan oleh pemerhati buruh migran Sumbawa, Siti Aminah Mastar.

Kejadian tersebut bermula ketika Siti Aminah Mastar berangkat ke BIL menggunakan pesawat Wings Air, Kamis (25/05/2017). Di dalam pesawat, ternyata Siti Aminah Mastar duduk bersebelahan dengan Salma.

Karena curiga dengan gelagat Salma yang tidak paham menggunakan sitbelt atau sabuk pengaman di kursi penumpang pesawat, Aminah Mastar pun mengajari Salma yang duduk di dekat jendela pesawat. Di situlah perbincangan terjadi dan Aminah Mastar menggali informasi dari Salma.

Dari hasil perbincangan tersebut diketahui bahwa Salma akan menjadi buruh migran atau TKI ke Riyadh, Saudi Arabia. Namun Salma mengakui kepada Aminah Mastar bahwa dirinya tidak mengantongi dokumen keimigrasian dan sebagainya untuk menjadi buruh migran.

Baca juga:  Jelang Idul Adha, Penjual Hewan Qurban Menjamur

Salma hanya mengakui dirinya berasal dari Labangka dan mengantongi surat keterangan pengganti KTP yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumbawa, tapi di dalam surat keterangan itu, Salma beralamat di Desa Karang Dima, Kecamatan Labuhan Badas.

Merasa curiga, akhirnya sebelum pesawat meninggalkan Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa menuju BIL, Aminah Mastar pun berkoordinasi dengan Kabid Penta Disnakertrans, Khairil Anwar. Agar segera mengontak pihak BP3TKI yang ada di BIL.

“Menurut dia, sudah ada tekong yang menunggu di BIL untuk berangkat ke Jakarta melalui Batik Air. Saya ajak dia makan sambil saya hubungi keamanan di BIL dan menunggu petugas BP3TKI,” kata Aminah Mastar.

Baca juga:  Kodim 1628/SB Kirim Bantuan untuk Korban Kebakaran Baturotok

Dilanjutkan Amina Mastar, tidak lama kemudian tibalah dua orang petugas keamanan BIL dan membawa Salma untuk diamankan di BP3TKI.

Terkait hal tersebut, Aminah Mastar mendorong agar pemerintah daerah Sumbawa segera membentuk Komisi Perlindungan TKI yang tugasnya bukan menyelesaikan kasus yang menimpa para pahlawan devisa tapi lebih pada mendorong pemerintah untuk serius menyelesaikan masalah yang menimpa buruh migran.

Kabid Penta, Disnakertrans Sumbawa, Khairil Anwar, saat ditemui diruang kerjanya,  membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Itu temuan dari ibu Siti Aminah Mastar yang tidak sengaja satu tempat duduk di dalam pesawat yang sama dengan Salma.

Ia mengatakab bahwa Salma sudah dipulangkan dan berada di bawah pengamanan pihaknya. Rencana selanjutnya, orang tua Salma akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait keberangkatan Salma tersebut. (KS/aly).

ksbksb ksbksb