oleh

Moeldoko Resmikan Gudang Bawang Merah di Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Ketua Umum DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal (purn) DR. H. Moeldoko, berkunjung ke Kabupaten Sumbawa, dalam rangka peresmian gudang bawang merah dan palawija di Desa Usar Kecamatan Plampang. (22/05).

Pembangunan gudang tersebut  bertujan untuk membudahkan para petani bawang merah yang ada di Sumbawa khususnya di Kecamatan Plampang dalam menjual hasil pamen mereka. Sehingga petani bawang di daerah tersebut tidak perlu keluar daerah untuk menjual hasil panen mereka.

  1. H. Moeldoko, mengatakan bahwa HKTI telah membangun kemitraan dengan PT. Karya Tani Sejahtera agar para petani khususnya petani bawang merah dan palawija yang ada di Kabupaten Sumbawa tidak mengalami kesulitan, karena petani harus sejahtera.

Mengingat harga jual yang sering rendah ketika musim panen dan kesulitan air untuk mengairi lahan pertanian di Plampang, pihaknya akan berusaha mengatasi hal tersebut dengan cara bekerja sama dengan pihak ketiga. Permasalahan ini akan disampaikan langsung oleh Moeldoko kepada Menteri yang bersangkitan.

Baca juga:  Gelar Aksi Demo, Mahasiswa Sorot Pengawasan Pupuk Subsidi

“semua permasalahan ini, saya akan sampaikan secara langsung kepada menteri, HKTI siap memperjuangkan dan akan berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh petani,” katanya.

Moeldoko juga mengatakan, bahawa untuk saat ini petani bawang merah masih kesulitan mendapatkan bibit ungul. Dikarenakan saat ini pemerintah melarang impor, namun untuk bawang merah kita juga melakukan ekspor.

“saya sudah membuat surat kepada menteri, setidaknya kita para petani bawang merah sudah diberi sedikit peluang secara terbatas impor secara terbatas dengan harga yang kita kendalikan tidak boleh harganya berlebihan, sehingga tidak menyusahkan petani,” Jelasnya.

Dikatannya lagi, bahwa Dia sedang menyiapkan Demlot dengan metode yang dikembangkan, dengan harga yang lebih murah, sehingga dalam dua bulan kedepan petani akan melihat hasilnya, karena motode tersebut sudah digunakan di tanaman padi dan berhasil. Karena mengingat penggunaan pupuk dan pestisida oleh petani manghabiskan biaya yang sangat besar yakni mecapai angga 20 juta.

Baca juga:  Jalan hotmix Di Kompleks Gang PLN Desa Lenangguar Diprotes Warga

“saya Tanya kepada petani mengenai peggunaan pupuk dan pestisida itu sampai menelan biaya 20 juta, oleh karena itu, saya sedang menyiapka demlot dengan metode yang dikembangkan, semoga ini cocok dan menjadi metode yang tebaik untuk pertumbuhan bawang merah, karena pada tanaman padi sudah sy gunakan dan berhasil,” kata Moeldoko. (KS/aly).

ksbksb ksbksb