by

Duta Sumbawa Pada Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Tidak Diseleksi

LCC 4 pilarSumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa kecewa berat. Pasalnya seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan MPR RI, tidak terlaksana. Padahal seleksi LCC tersebut setiap tahun tetap digelar untuk mencari yang terbaik mewakili Sumbawa pada LCC tingkat Provinsi NTB. Namun ironisnya tanpa seleksi, UPT Layanan Dikmen PK/PLK Kabupaten Sumbawa secara pihak menunjuk SMA Negeri 1 Sumbawa mewakili daerah ini berlaga di LCC Provinsi. Sebelumnya LCC setiap tahun dilaksanakan. Beberapa tahun berturut-turut termasuk Tahun 2016 lalu, SMA Negeri 2 Sumbawa selalu menjadi yang terbaik tingkat kabupaten. Untuk menghadapi LCC Tahun 2017 ini, sejak Januari lalu Tim LCC SMAN 2 Sumbawa sudah melakukan persiapan guna mempertahankan tradisi juara tersebut. Pagi, siang bahkan malam hari, tim ini berikhtiar untuk kembali menjadi yang terbaik. Demikian dengan sekolah lainnya terutama yang menjadi langganan peserta juga berupaya untuk merebut tahta yang kini dikuasai SMAN 2 Sumbawa yang menjadi sekolah unggulan di daerah ini. Seperti biasa seleksi dilakukan di tingkat rayon. Masing-masing juara rayon akan bersaing dan yang terbaik ditetapkan menjadi duta kabupaten. Anehnya pada Tahun 2017 ini, tidak dilakukan seleksi tapi dengan cara main tunjuk. UPT memilih SMAN 1 Sumbawa mewakili kabupaten pada LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi. Yang menjadi pertanyaan, apa kriteria UPT menunjuk SMAN 1 Sumbawa. Padahal beberapa kali digelar LCC, SMAN 1 Sumbawa selalu gugur di babak penyisihan. Justru saingan terberat SMAN 2 Sumbawa di babak final adalah SMAN 1 Alas, MAN 1 dan MAN 2 Sumbawa. Harusnya jika SMAN 2 Sumbawa tidak diikutkan karena dianggap terlalu pintar dan tidak ada saingan, UPT bisa menunjuk SMAN 1 Alas, MAN 1 atau MAN 2 Sumbawa.

Baca juga:  Aksi Corat Coret dan Konvoi Motor Warnai Kelulusan SMA Sederajat di Sumbawa

UPT Layanan Dikmen PK dan PLK Kabupaten Sumbawa, Lalu Manan S.Pd, Jumat 5/5/2017 mengakui adanya penunjukkan tersebut. Hal tersebut terpaksa dilakukan karena tidak adanya anggaran seleksi. Selain itu waktu untuk melakukan seleksi sangat terbatas. Manan—akrab dia disapa, mengakui jika cara penunjukkan tersebut tidak profesional. “Kami akui itu. Tapi kami mau dapat biaya darimana untuk seleksi ini,” akunya singkat.

Sementara itu Zainuddin Jen—wali murid SMAN 2 Sumbawa, menyayangkan tidak profesionalnya pihak UPT yang asal main tunjuk. Apalagi penunjukkan itu dengan dalih karena tidak memiliki anggaran untuk melakukan seleksi tingkat kabupaten. Jika tidak memiliki anggaran harusnya UPT tidak memaksakan diri melakukan cara-cara yang tidak sehat. UPT bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait seleksi LCC dimaksud. “Kami curiga dengan penunjukkan ini, ada permainan apa antara SMAN 1 Sumbawa dengan UPT,” selidiknya.

Jen mengaku prihatin dengan kekecewaan anak didik yang sudah lama mempersiapkan diri dan mengorbankan waktunya untuk belajar. “Bayangkan ada ratusan pasal yang dihapal. Anak-anak kami sangat bersemangat dan tidak mengenal waktu untuk mempersiapkan diri. Tapi celakanya justru UPT tanpa beban dan dosa mengambil jalan pintas dan mengamputasi semangat anak-anak,” sesalnya.

Baca juga:  Fahri Hamzah, Kita Belajar Dari Syech Zainuddin Tepal As-Sumbawi

LCC ungkap Jen, merupakan gagasan mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas (almarhum) sebagai sarana mensosialisasikan secara luas empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Dengan penunjukan tanpa adanya seleksi, berarti UPT telah gagal mengemban amanah dalam mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan dimaksud. “Hanya alasan tidak ada dana lalu gelap mata, tabrak kiri kanan, paksakan diri dan asal main tunjuk tanpa verifikasi dan melihat rekam jejak,” tandasnya. (KS/adm)