oleh

Sahrul Bosang, Konsultan Dirjen Peternakan Asal Tanah Samawa

-Tokoh-237 views
Sahrul Bosang
Sahrul Bosang
Konsultan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian RI

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Sahrul Bosang, Pria kelahiran tahun 1979 di Desa Moyo Hilir, terlahir dari latar belakang keluarga seorang anggota Polri, kini Dia tertarik untuk merapkan ilmunya di tanah kelahirannya.

Dia bukanlah seorang politikus yang ramai diberitakan oleh sejumlah media massa layaknya, melaikan dia lebih banyak menghabiskan waktu, pikiran serta energinya di sejumlah perusahaan Nasional maupun Internasional yang bergerak di sektor industri peternakan ayam. Saat ini Sahrul Bosang menjadi konsultan tehnik di Arab Company For Livestock Development ( ACOLID) di Yordania, Timur Tengah, dan juga membantu pemerintah di Dirjen Peternakan.

Namun tidak banyak orang yang mengetahui sosok Putra Asli tanah Intan Bulaeng Ini. Dia yang kini aktif sebagai konsultan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian RI. Dia juga malang melintang menjadi konsultan peternakan unggas ayam di sebuah perusahaan ternak di Yordania yang membawahi 11 negara Arab dan 3 Benua Afrika.

Sahrul Bosang kemudian bercerita bahwa Dia lahir Moyo Hilir dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada, untuk meraih suama yang Ia punya saat ini bukanlah perkara mudah, namun membutuhkan proses yang sangat panjang.

Ketika dirinya berhasil lulus dari UGM langsung direkrut sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang peternakan di Jakarta. Menurutnya hidup di Ibu Kota haruslah memiliki nyawa cadangan untuk menghadapi krisis moneter saat itu.

Baca juga:  FPSI Kabupaten Sumbawa Himbau Masyarakat Sholat Idul Fitri di Rumah

Ketika itulah dirinya dibajak perusahaan luar negeri asal Skotlandia untuk menjadi karyawan dan masih mengurus ayam. Oleh perusahaan itu dia ditugaskan di berbagai negara antara lain Iran, Arab Saudi, Afganistan, Irak dan kembali ke Indonesia.

“Saya seperti ini tidaklah mudah karena saya bukan orang politik. Karena saya orang tehnik jadi boleh dong saya salah, maka dari itu saya  belajar dari kesalahan-kesalahan dan sekarang saya menjadi konsultan tehnik Arab Company For Livestock Development (ACOLID) di Yordania,” papar dengan akrab.

Perusahaannya tersebut merupakan salah satu perusahaan industri peternakan ayam di Dunia. Ia menuturkan bahwa bisnis ayam tidak ada ribut dan berkembang dengan intervensi pemerintah yang sedikit dengan nilai investasi 600 Triliun Rupiah dengan jumlah 3,5 miliar ekor per tahun.

“Satu-satunya yang bisa menjawab pertumbuhan manusia hanya ayam karena panennya kurang dari 30 hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan secara sederhana kaitan antara ayam dengan potinsi yang ada di Sumbawa. Sumbawa memiliki potensi jagung yang dapat untuk pakan ternak. Karena di Sumbawa bukan tempat untuk beternak ayam tapi beternak sapi dan memiliki potensi tanaman jagung untuk pakan ternak ayam dan sapi.

Baca juga:  Ketua KOPRI PKC PMII Bali Nusra Apresiasi Kinerja Polda NTB

Menurutnya bahwa 50 persen pakan ayam berasal dari jangung. Adanya potensi jagung inilah akan menjadi pintu masuk dan daya tarik untuk mendukung bisnis di daerah ini.

Maka untuk meningkatkan produksi jagung yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas produksi dan teknologi pertanian serta mengubah mindset atau pola pikir petani. Ia menyarankan agar pemerintah daerah membentuk focus group discusion (FGD) untuk memetakan bagaimana Sumbawa 10 thn ke depan.

“Silahkan pemerintah daerah membentuk focus group discusion (FGD) untuk memetakan bagaimana Sumbawa 10 thn ke depan,” ujarnya.(KS/aly).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *