oleh

Jelenga dan Mantar, Prioritas Kominfo KSB Bangun Menara Telekomunikasi

Kadis Kominfo KSB Ir. H. Muslimin HMY M.Si
Ir. H. Muslimin HMY M.Si
Kadis Kominfo KSB

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Destinasi wisata Pantai Jelenga, kecamatan Jereweh dan Desa Mnetar Kecamatan Poto Tano, jadi prioritas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumbawa Barat untuk membangun menara Telekomunikasi. Dipilihnya kedua lokasi tersebut sebagai prioritas, karena merupakan aset pariwisata yang sudah harus dikembangkan mulai tahun ini.

“Tentu kita harus menunggu hasil survey yang sudah dilakukan tim dari PT Telkom beberapa hari yang lalu. Hasilnya keluar sekitar 2 minggu lagi. Setelah itu, baru kita ambil sikap” ungkap Kadis Kominfo KSB Ir. H. Muslimin HMY M.Si kepada wartawan, Senin (17/4).

Sembari menunggu keluarnya hasil survey tersebut, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pembebasan lahan dilokasi pembangunan menara itu. Karena, lokasi pembangunan menara di Jelenga, merupakan tanah masyarakat. Sedangkan di Desa Mantar, adalah tanah pemerintah.

Baca juga:  2020, Sumbawa Barat Bebas Blind Spot

“Nah, di Jelenga ini yang akan dibicarakan lebih lanjut dengan masyarakat” tandasnya seraya menambahkan, terlepas dari apakah akan dibayar secara penuh oleh Pemkab atau akan disewakan, yang jrlas lokasi pembangunannya sudah di tetapkan.

“Yamg paling penting adalah lokasi untuk pembangunannya sudah ditetapkan. Sementara untuk biaya lainnya, seperti listrik dan biaya pembebasan lahan akan diupayakan dalam dua minggu ini sudah harus clear and clean. Sehingga nanti tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan” Jelasnya.

Sebelum dibangun menara permanen, ia menjelaskan, pihak Telkom terlebih dahulu akan melakukan Trial Guyte dengan menempatkan menara mobile setinggi 30 meter selama 6 bulan untuk melihat apakah di 2 lokasi itu akan memberikan profit dan pangsa pasarnya jelas. Setelah itu, baru akan dipermanenkan.

Baca juga:  Pengajuan Penangguhan UMK, Paling Lama 10 Hari Sebelum Di Berlakukan

“Kita tidak hanya akan berdiam diri melihat menara tersebut terbangun, melainkan tetap akan melakukan pemantauan dan melakukan evaluasai. Kita tetap akan monitor terhadap hal ini jangan sampai nantinya dimonopoli secara penuh oleh operator ini,” pungkasnya.(KS/YUD)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *