oleh

Rapat Soal Dana Anspirasi DPRD Sumbawa, “Dead Lock,”

aspirasi
Rapat hearing DPRD Sumbawa dengan eksekutif dan sejumlah LSM di Kabupaten Sumbawa Soal Dana Aspirasi Dewan

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Rapat hearing DPRD Sumbawa dengan eksekutif dan sejumlah LSM di Kabupaten Sumbawa temukan jalan buntu. Rapat yang rencananya akan membahas tentang dana aspirasi DPRD Sumbawa, yang disinyalir ada intervensi oleh oknum anggota DPRD itu diwarnai aksi walk out oleh sejumlah LSM yang sebenarnya menginginkan digelarnya pertemuan tersebut.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumbawa Lalu Budi Suryata, SP Senin (20/3) dihadiri unsur Pimpinan DPRD beserta anggota, Kapolres Sumbawa, Kejaksaan dan Pimpinan SKPD sempat diwarnai ketegangan, namun mereda saat Kapolres Sumbawa, AKBP. Yusuf Sutejo, SIK, MT angkat bicara.
“Kami minta semua pihak bisa saling menghargai, karena tujuan kita berkumpul disini adalah untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Kami tidak ingin terjadi keributan apalagi di tengah kita berdiskusi mencari solusi,” ujar Kapolres Sumbawa yang belum genap seminggu menjabat di Sumbawa.

Sebelumnya Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan dan mendatangi seluruh  SKPD. Dari pemantauan itu dinyatakan bahwa paket-paket proyek tersebut 90 persen masih berproses.

Sekda menegaskan, adanya sinyalemen yg menyampaikan bahwa paket- paket proyek hampir habis, sejauh ini eksekutif tidak pernah memberikan stresing terhadap proyek-proyek tertentu, sebab yang melakukan eksekusi adalah PPK selaku pengguna anggaran.
“Yang perlu dipahami adalah semua proses sudah ada aturannya, sehingga perusahaan yang mampu melaksanakan pekerjaan itulah yang akan ditunjuk, tidak melihat siapa yang memintanya. Manakala memperoleh rangking tertinggi saya yakin perusahaan itu akan mampu bekerja dengan baik,” tandas Sekda. (KS/YDS)
Baca juga:  Juri Ardiantoro Resmikan RPP "Bala Late" KPU Sumbawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *