oleh

KIPAS Nilai Pemeliharaan Dan Pembangunan Sejumlah Bendungan Diduga Sarat Korupsi

Demo LSM KipasSumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Sumbawa ( Kipas ) mengelar aksi Demo di Kantor Bupati Sumbawa pada Senin (13/3/17).

Kipas dalam orasinya memaparkan, bahwa maraknya dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan dan pemeliharaan Bendungan dan Embung yang dibiayai oleh keuangan negara dibawah kementerian Pekerjaan Umum Khusus di PU Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS I).

Dan untuk NTB Khususnya di Kabupaten Sumbawa, Kipas menduga hampir seluruh pembangunan dan pemeliharaan bendungan dan embung telah terjadi korupsi, seperti pembangunan dan pemeliharaan Bendungan Batu Bulan, Mamak, Tiu Kulit dan Plara.

Belum juga ditambah dengan sejumlah Embung lainnya.dan bukan itu saja, Kipas juga menduga telah terjadi praktek suap yang dilakukan oleh oknum kontrakto-kontraktor kepada pihak BWS NT I untuk meloloskan sejumlah tender proyek.

Baca juga:  Kak Seto Hibur Anak-anak Korban Banjir Sumbawa

Adapun 4 tuntutan Kipas dalam aksi tersebut  yakni, yang pertama, mendesak aparat penegak hukum ( Kejaksaan dan Kepolisian ) untuk segera menyelidiki dan memproses terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Pada pemeliharaan bendungan Batu Bulan, Mamak, Tiu Kulit, Plara dan sejumlah proyek pembangunan dan pemeliharaan embung yang tersebar di Kabupaten Sumbawa sejak tahun 2014 hingga  2016 yang dikerjakan oleh Kontraktor di bawah naungan BWS NT I.

Dan yang kedua, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menyelidiki dugaan pemberian uang suap yang dilakukan sejumlah oknum kontraktor kepada Kepala BWS NT I untuk memenangkan tender kepada perusahaan tertentu.

Yang ketiga, usut harta kekayaan Kepala BWS NT I yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi dan dugaan pencucian uang. Serta yang terakhir, menolak pengerjaan proyek pembangunan dan pemeliharaan Bendungan dan Embung,.

Baca juga:  Apel Pertama 2019, Kabag Humas Jawab Persoalan Banjir

Yang dilakukan oleh pihak BWS NT I tahun 2017 di Kabupaten Sumbawa karena dinilai menghambur-hamburkan anggaran negara kepada kontraktor bermasalah. Dan jika tuntutan tidak dilaksanakan.

Maka Kipas mengancam akan memboikot semua proyek yang akan dikerjakan oleh pihak BWS NT I, serta mendesak pihak KPK  untuk turun ke NTB untuk mengusut kasus ini. (KS/JHS)

News Feed