oleh

Wujud Syukur Kepada Sang Pencipta Dengan Tradisi Adat Pesta Ponan

pesta ponan
Lima desa yang ada di Kecamatan Moyo Hilir seperti, Desa Poto, Lengas, Songkar, Malili dan Senampar, rayakan tradisi adat Ponan

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Pesta Ponan merupakan adat dan tradisi yang dulunya dimiliki oleh Desa Bekat atau sekarang telah pecah menjadi lima desa yang ada di Kecamatan Moyo Hilir seperti, Desa Poto, Lengas, Songkar, Malili dan Senampar.

Tradisi Ponan sendiri, adalah Sebagai wujud rasa syukur kepada Illahi atau sang maha pencipta atas rezeki yang telah diberikannya atas hasil pertanian dan perkebunan setiap tahunnya kepada  warga di lima Desa tersebut.

Bukan itu saja, Pesta Ponan juga merupakan ajang silaturrahmi antara warga di 5 desa tersebut yang dulunya merupakan satu keturunan serta amanat dari leluhur mereka atau pendiri Desa Bekat yang lebih dikenal dengan nama Haji Batu atau Abdul Gafar.

Kemeriahan Pesta Ponan tersebut dapat terlihat pada Minggu (12-3-17).dimana ribuan masyarakat memadati sepanjang jalan menuju lokasi Bukit Ponan tempat dilangsungnya prosesi acara tersebut.

Acara Pesta Ponan yang setiap tahunnya selalu mendapat perhatian bukan saja dari masyarakat sekitar, juga dari desa lainnya yang ada di kabupaten Sumbawa serta Touris manca Negara pun tak ketinggalan dalam megabadikan moment tersebut.

pesta ponan
Tradisi Ponan sendiri, adalah Sebagai wujud rasa syukur kepada Illahi atau sang maha pencipta atas rezeki yang telah diberikannya atas hasil pertanian dan perkebunan

Pesta Ponan yang biasanya diselengarakan tepat pada minggu ketig atau keempat masa tanam padi masyarakat tersebut. merupakan Tradisi turun menurun yang telah mengakar dan telah ada sekitar abad 15 masehi, berdasarkan legenda Haji Batu atau Abdul Gafur.

Baca juga:  Tertimpa Pohon, Pengendara Motor Tewas

Dimana Haji Batu atau Abdul Gafur yang dimakamkan di Bukit Ponan, diketahui sebagai Tokoh Desa Bekat yang dikarunia sebuah karomah dari sang khalik Allah Subhanahu Wata’ala.

Demikian juga dengan nama “ Ponan” terinspirasi dari kisah Haji Batu yang dengan arif dan bijak dalam memimpin Desa Bekat,dimana setiap permasahan baik itu masalah dibidang pertanian dan peternakan serta yang lainnya.

Harus diselesaikan melalui cara musyawarah dan mufakat diatas bukit Ponan. bahkan hingga ajal menjemputnya ia berwasiat kepada keturunannya agar dimakamkan di bawah mangga Po,(Jenis mangga yang banyak tumbuh di sekitar Bukit Ponan)

” Lamen Kumate ngaro Kuber ku pang bawa puen pelam Po’ Nan” artinya jika saya meninggal tolong kuburkan jasad saya di bawah mangga Po’ itu. atau lokasi bukit ponan sekarang didalam Orong Rea, Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir.

Terkait dengan Tradisi ponan, tradisi ini memiliki  ini ciri khas, khusunya pada  jenis kuliner disiapkan oleh kaum wanita. Dimana setiap kue yang dihidangkan berupa kue tradisional khas sumbawa mulai dari kue Petikal, dange, buras dan banyak lagi yang lainnya.

Baca juga:  2.950 Paket Bantuan Presiden untuk Korban Gempa Sumbawa, Disalurkan

Bukan hanya itu, jenis buah-buahan dari hasil perkebunan mereka juga ikut disajikan kepada para tamu, artinya tidak ada yang satupun kuliner yang dikemas secara modern serta kemasannya melalui pabrik, atau murni dibuat secara tradisional.

Menginggat acara Pesta Ponan telah ditetapkan menjadi agenda rutin wisata budaya oleh pemerintah daerah Sumbawa , maka setiap tahunnya pemda membuka secara resmi acara tersebut, dan tahun ini Pesta Ponan di buka langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs,H.Mahmud Abdullah.

Wakil Bupati Sumbawa pada pembukaan acara tersebut mengatakan, acara Pesta Ponan adalah ajang silaturrahmi dan doa bersama untuk memupuk tali silaturrahim antar masyarakat dan memohon kepada Allah. Agar dalam berusaha selalu dilimpahkan rejeki.

Dalam hal ini pemerintah daerah akan mendukung kegiatan ini, selain adat istiadat dan budaya yang telah lama ada, juga bagian dari kalender pariwisata kabupaten Sumbawa.(KS/JHS)

News Feed