oleh

Wow!!! Baru Triwulan Pertama, Realisasi Investasi di KSB Capai Setengah Trilliun

Kepala DPMPT-satu pintu KSB Drs. Hajamuddin MM
Kepala DPMPT-satu pintu KSB Drs. Hajamuddin MM

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Geliat Investasi di Sumbawa Barat di Triwulan Pertama tahun 2017 ini diklaim oleh Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT-ST) KSB sudah mencapai angka setengah trilliun atau Rp. 500 milliar. Bahkan, jika dilihat dari masih banyaknya potensi yang belum tersentuh secara maksimal, angka tersebut kemungkinan akan bertambah.

Kepala DPMPT-satu pintu KSB Drs. Hajamuddin MM mengatakan, jumlah tersebut dianggap sangat realistis. Karena, PT Gili Balu yang berada dibawah Eco Region Group (ERG) saat ini sedang mengajukan proses perizinan IUPJL (Ijin usaha pengelolaan jasa lingkungan). Dengan catatan, pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil, dipastikan masuk dalam rencana zonasi pengelolaan. Karena itu, kepastian hukum dari para calon investor ini, akan terus dikoordinasikan dengan Pemprov.

iklan kampanye

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan terjadi, kita tetap memberikan kepastian hukum terhadap para investor yang akan berinvestasi di Sumbawa Barat.” imbuhnya.

Baca juga:  Ketersediaan RTH Kabupaten Sumbawa Masih Minim

Ada juga PT Turangga Energi Nusantara (PT TEN). Ia menyebutkan, saat ini perusahaan yang berencana berinvestasi untuk pengelolaan dan pemurnian tembaga tersebut, sudah melakukan presentasi di DPMPPT Provinsi dan juga sudah melakukan pertemuan dengan BKPRD Provinsi terkait dengan penerbitan izin pemanfaatan ruang. Yang dilanjutkan pemrosesan izin usaha pertambangan operasi khusus pengelolaan dan pemurnian tembaga ini.

Sementara di sektor Pariwisata, investasi oleh PT Maluk Griya Ampibian (MGA) untuk pembangunan resort di pantai lawar, bahkan sudah dimulai dibangun. Berkenaan dengan dokumen UKL dan UPL juga sudah selesai semua tinggal menunggu keluarnya surat hak guna bangunan. Sekaligus melakukan penertiban terhadap izin lokasi. Potensi kelautan pun ikut menyumbang geliat investasi di KSB. Contohnya, PT Udesa yang bergerak di budi daya rumput laut.

Baca juga:  Sumbawa Terima Insentif 13 Miliar Lebih

“Empat perusahaan itu, menjadi acuan terhadap menggeliatnya investasi di Sumbawa Barat,” jelasnya.

Ia berharap, jumlah realisasi ini bisa terus bertambah sampai dengan akhir triwulan pertama. Karena, pihaknya menargetkan investasi di KSB pada triwulan kedua nanti bisa mencapai Rp. 1 Trilliun. Dan hal ini sesuai dengan target investasi di Porvinsi NTB yakni Rp. 11-12 Trilliun.

“Kita tetap optimis target Rp. 1 Triliun tersebut bisa terealisasi karena pertumbuhan investasi di KSB terus menggeliat,” pungkasnya. (KS/YUD)

iklan debat

News Feed