oleh

MUI NTB Minta Kemenag Tinjau Ulang Soal Sertifikasi Khatib

kepala MUI NTB Syaiful Muslim
Syaiful Muslim
Kepala Majelis Ulama Islam (MUI) NTB

MATARAM–Kepala Majelis Ulama Islam (MUI) NTB, Syaiful Muslim meminta wacana sertifikasi bagi khatib ditinjau ulang.

“Sementara ini kan masih wacana, kita minta dipertimbangkan lebih jauh lagi oleh Kemenag (Kementerian Agama), tidak secepat itu buat sertifikasi, harus dibahas dan didalami lagi,” tuturnya di Kantor MUI NTB, Senin (6/2).
Ia mengkhawatirkan, dengan adanya sertifikasi khatib justru akan berdampak kurang baik dan menyebabkan kelangkaan para khatib di seluruh Indonesia.
“Yang sudah biasa jadi khatib, tapi karena tidak megang sertifikat, dia jadi tidak berani jadi khatib, akhirnya yang dikorbankan itu umat Islam, bisa jadi tidak terlaksana Jumatan,” ucapnya.
Ia tak menampik jika para khatib wajib memberikan pemahaman yang sejuk dan bisa diterima semua pihak. Khatib, dia tegaskan, tidak boleh melancarkan fitnah atau adu domba kepada jamaah.
“Kalau khatib dikatakan fitnah dan adu domba, itu baru ada teguran, secara agama itu juga tidak dibenarkan,” tambahnya lagi.
Ke depan lebih lanjut ia mengatakan, sebaiknya harus ada pembekalan kepada para khatib, ketimbang memberikan sertifikasi.
“Tidak ujug-ujug ada sertifikasi, jangan sampai ada kelangkaan khatib,” pungkasnya. (KS/yds)
Baca juga:  Bupati Marah, Gelondong Kembali Marak Di Alas

News Feed