oleh

Sejumlah Rumah Di Bantaran Sungai Brang Bara Perlu Direlokasi

banjir brangbara
banjir brangbara

Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Sejumlah rumah warga yang letaknya berada di bantaran sungai Brang Bara perlu segera direlokasi, mengingat setiap tahunnya rumah-rumah warga tersebut sering terendam banjir akibat luapan sungai Brang Bara. Seperti yang terjadi pada Senin (23/1/2-17) lalu, sejumlah rumah di wilayah Kelurahan Brang Bara dan sekitarnya menjadi tergenang, terutama yang berada di daerah aliran sungai (DAS).

Lurah Brang Bara melalui Kasi Ekbang, Herlin Efendi kepada wartawan. Selasa (24/1/2017) menjelaskan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap rumah warga yang terendam banjir. Hasilnya terdata sebanyak tujuh rumah dan 12 kamar kos di RT 03 RW 01 kelurahan Brang Bara terendam banjir. Walaupun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian masyarakat ditaksir mencapai sekitar Rp. 5 juta.

Baca juga:  Pandemi Covid-19, Babinsa Jajaran Kodim 1607/Sumbawa Semangat Bertugas

“Dari tujuh rumah itu, satu diantaranya rusak parah,” ujar Herlin.

Dikatakan, terhadap kejadian ini Pemerintah Kelurahan Brang Bara telah bersurat ke Kantor Camat Sumbawa, Dinas Sosial dan BPBD untuk melaporkan prihal bencana banjir tersebut. Bahkan kepada Camat Sumbawa, pihak kelurahan berharap agar rumah yang letaknya sangat berdekatan dengan DAS dapat direlokasi.

Terkait kondisi tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Drs Zainal Abidin membenarkan adanya laporan tentang rumah warga yang tergenang di wilayah Brang Bara. Karena memang lokasinya di bantaran sungai. Sehingga diharapkan kepada pihak Kecamatan Sumbawa agar dapat menegur masyarakat yang membangun rumah disekitar DAS.

Baca juga:  Gerakan 1000 Rupiah, Polres Sumbawa Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

“Untuk air sungai yang meluap kemarin ada satu rumah kayu yang miring akibat tersapu banjir. Tapi disitu juga ada rumah batu yang juga tergenang air, letak bangunan rumah terlalu berdekatan dengan sungai sehingga setiap air meluap selalu menggenangi rumah-rumah warga tersebut,” pungkasnya. (KS/001)