oleh

Petani KSB Di Hantui Hama Tikus

Marlin Hardi Sekretaris Distanbunnak KSB
Ir. Marlin Hardi, SP, M.Si
Sekretaris Distanbunnak KSB

Sumbawa Barat, Kabar Sumbawa – Hama Tikus mulai menghantui Petani di Sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Sumbawa Barat. Puluhan hektare lahan, baik Tanaman Padi maupun Jagung diperkirakan rusak. Sejumlah lahan pertanian yang ada. Namun, belum ada data resmi yang diterima Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunnak) KSB, hanya sifatnya laporan dari mulut ke mulut.

“Sampai dengan saat ini, kami belum menerima laporan secara resmi tentang hal ini, namun hanya laporan lisan mengenai luas lahan yang rusak akibat hama tikus ini” Jelas Sekretaris Distanbunnak KSB, Ir. Marlin Hardi, SP, M.Si yang dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, Selasa (10/1).

iklan kampanye

Hasil laporan lisan yang masuk, kata mantan Camat Taliwang ini, sementara saat ini sudah ada sekitar puluhan hektar lahan yang terserang hama tikus ini. Luasan lahannya tersebar di beberapa wilayah. Seperti di wilayah Brang Rea, tepatnya di desa beru. Ada sekitar 3-4 hektar padi yang terserang hama tikus. Kemudian desa Talonang, Kecamatan Sekongkang, dan Lemar Lempo, total 80 hektare lahan jagung petani diserang hama tikus. Sedangkan, di desa meraran, kecamatan Seteluk, yang terserang hama tikus ada sekitar 2 hektare padi yang rusak.

Baca juga:  Antara Maut Dan Madu Hutan Sumbawa

“Untuk Kecamatan Taliwang, Brang Ene dan Jereweh sampai dengan saat ini belum ada laporan,” ungkapnya

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan. Pihaknya, sebut Marlin, secepatnya mulai melakukan oemetaan lokasi yang terserang hama tikus ini. Sehingga, nantinya dalam pemberian bantuam obat-obatan dan asuransu lainnya bisa tepat sasaran, seraya menunggu laporan resmi yang masuk ke Dinas.

Ketersediaan obat-obatan, lanjutnya, saat ini telah menugaskan bawahannya untuk mengambil obat yang sudah siap di Dinas Pertanian Provinsi.

“Kita tetao mengupayakan ketersediaan obat ini, supaya masyarakat tidak merasa di kecewakan” Pungkasnya.(KS/iyd)

News Feed